Harga perak diperdagangkan mendekati $99 per ons, sehingga kini berada dalam jangkauan tonggak sejarah yang telah lama dibahas, yaitu $100 . Pergerakan ini menarik perhatian banyak investor, termasuk yang dari dunia kripto. Dengan pemikiran tersebut, analis mengatakan bahwa reli ini didorong oleh tekanan pasokan nyata.
Analis pasar Ripster menguraikan beberapa kekuatan di balik lonjakan ini; kekurangan struktural, meningkatnya permintaan industri, dan tekanan yang semakin besar di pasar fisik perak. Bersama-sama, faktor-faktor ini mempengaruhi bagaimana perak dihargai dan diperdagangkan.
Salah satu poin utama Ripster adalah bahwa perak kini telah memasuki tahun kelima berturut-turut defisit pasokan. Secara sederhana, dunia menggunakan lebih banyak perak daripada yang diproduksi.
Output pertambangan gagal mengikuti permintaan, sebagian karena sebagian besar perak ditambang sebagai produk sampingan dari logam lain seperti tembaga dan seng. Hal ini membatasi seberapa cepat pasokan dapat merespons, bahkan ketika harga melonjak tajam.
Selain itu, China memberlakukan pembatasan ekspor perak. China mengendalikan sekitar 60% hingga 70% kapasitas pengolahan dan pemurnian perak global. Pada tahun-tahun sebelumnya, pasar Barat bergantung pada ekspor China sebagai cadangan darurat saat inventaris menipis.
Pengaman ini kini sebagian besar sudah tertutup.
Dengan berkurangnya aliran perak dari China dan produksi global yang terhambat, inventaris di seluruh bursa dan vault utama terus menyusut.
Ripster juga mengaitkan reli perak dengan kekhawatiran yang meningkat tentang nilai mata uang dan utang pemerintah.
Tingkat utang global terus meningkat, sementara Federal Reserve telah menandakan pergeseran menuju suku bunga yang lebih rendah. Kombinasi ini melemahkan kepercayaan terhadap mata uang fiat, terutama dolar AS.
Dalam lingkungan tersebut, investor kembali ke aset keras. Perak diperlakukan sebagai logam uang lagi, bukan hanya komoditas industri.
Berbeda dengan emas, perak masih diperdagangkan dengan harga yang jauh lebih rendah dari puncaknya yang disesuaikan dengan inflasi. Hal ini membuatnya lebih menarik bagi investor kecil dan dana yang mencari lindung nilai yang masih memiliki potensi kenaikan.
Permintaan yang kembali dari investor ini menambah tekanan yang sudah ada dari pembeli industri.
Salah satu sinyal terkuat yang disoroti Ripster adalah apa yang terjadi di pasar fisik.
Pembeli membayar premi besar untuk menerima perak secara langsung daripada menunggu pengiriman di masa depan. Itu memberi tahu para trader bahwa pasar spot sedang ketat dan inventarisnya tipis.
Yang lebih penting, pemain besar di pasar futures tidak lagi menyelesaikan kontrak secara tunai. Mereka menuntut pengiriman fisik sebagai gantinya.
Perilaku ini menciptakan tekanan serius bagi bursa. Ketika terlalu banyak trader meminta logam nyata pada saat yang sama, bursa dipaksa untuk mencari bar dengan hampir semua harga.
Dalam satu kasus yang dilaporkan, sebuah perusahaan pertambangan Kanada menerima tawaran $10 di atas harga pasar hanya untuk mengirimkan perak secara langsung.
Ini bukan perilaku normal di pasar komoditas yang sehat.
Baca juga: Silver Tops the List: Best Metals to Buy for the 2026 Bull Cycle
Berbeda dengan emas, perak tidak bersifat opsional bagi banyak industri.
Sumber: bullionvault.com/silver-price-chart
Ripster menunjukkan bahwa perak kini menjadi bahan baku penting untuk:
• Panel surya
• Kendaraan listrik
• Jaringan listrik
• Semikonduktor
• Pusat data AI
Setiap panel surya dan EV membutuhkan jumlah perak yang tetap. Pusat data menggunakannya untuk konektivitas berkecepatan tinggi dan pengelolaan daya.
Seiring berkembangnya infrastruktur AI, permintaan dari sektor ini saja meningkat pesat.
Produsen tidak bisa menunggu harga turun. Mereka harus membeli perak dengan harga berapapun yang ditetapkan pasar atau menghentikan produksi.
Itu menciptakan apa yang analis sebut sebagai pembelian paksa.
Bahkan saat harga naik, permintaan tidak berkurang. Itu memutus umpan balik normal antara penawaran dan permintaan yang biasanya membatasi reli.
Bank-bank besar seperti Citi dan Goldman Sachs mulai mengumumkan target harga antara $100 dan $110 per ons.
Perkiraan ini tidak didasarkan pada siklus hype atau spekulasi ritel. Mereka didasarkan pada data inventaris, tren permintaan industri, dan tekanan pasar fisik.
Dengan perak yang sudah diperdagangkan mendekati $99, target-target tersebut tidak lagi terlihat ekstrem.
Jika kekurangan fisik memburuk atau tekanan pengiriman futures meningkat, lonjakan harga bisa terjadi sangat cepat.
Perak adalah pasar kecil dibandingkan emas. Itu membuatnya jauh lebih sensitif terhadap guncangan pasokan.