Air India Express pada hari Sabtu mengumumkan penerbangan “pemulihan” Bengaluru-Kathmandu setelah serangkaian pengalihan akibat cuaca yang membuat penumpang terdampar selama dua hari berturut-turut.
Dalam pernyataannya, juru bicara Air India Express mengatakan, “Karena cuaca buruk di Kathmandu, penerbangan Bengaluru-Kathmandu kami pada 26 dan 27 Februari dialihkan. Sebuah penerbangan tambahan yang dioperasikan hari ini untuk mengevakuasi penumpang dari layanan yang terganggu kemarin juga dialihkan karena alasan yang sama.”
Maskapai tersebut mengatakan bahwa penumpang yang terdampak telah diberikan akomodasi hotel dan ditawarkan opsi penjadwalan ulang gratis atau pembatalan dengan pengembalian dana penuh. “Kami menyesal atas ketidaknyamanan yang disebabkan oleh faktor di luar kendali maskapai,” tambah juru bicara tersebut.
Insiden Penundaan Penerbangan Terpisah
Sebelumnya, pada 25 Februari, sebuah penerbangan Air India menuju New Delhi berhenti di landasan di Bandara Mumbai, tertunda dari waktu keberangkatan yang dijadwalkan pukul 15:25. Menurut sumber, penerbangan Air India dari Mumbai ke Delhi, AI 1851, berada di landasan selama lebih dari 45 menit.
Akuisisi Air India oleh Tata Group
Sementara itu, pada tahun 2021, pemerintah mengumumkan bahwa Tata Group mengajukan tawaran sebesar Rs 18.000 crore untuk Air India. Selanjutnya, pada 25 Oktober 2021, pemerintah India menandatangani perjanjian pembelian saham dengan Tata Group untuk penyerahan Air India. Pada 27 Januari 2021, Tata Group resmi mengambil alih kepemilikan Air India. (ANI)
(Selain judul, cerita ini belum diedit oleh staf Asianet Newsable English dan dipublikasikan dari feed sindikasi.)
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Penerbangan Pemulihan Air India Express untuk Penumpang yang Terjebak selama 2 Hari
(MENAFN- AsiaNet News)
Penerbangan Bengaluru-Kathmandu Terganggu
Air India Express pada hari Sabtu mengumumkan penerbangan “pemulihan” Bengaluru-Kathmandu setelah serangkaian pengalihan akibat cuaca yang membuat penumpang terdampar selama dua hari berturut-turut.
Dalam pernyataannya, juru bicara Air India Express mengatakan, “Karena cuaca buruk di Kathmandu, penerbangan Bengaluru-Kathmandu kami pada 26 dan 27 Februari dialihkan. Sebuah penerbangan tambahan yang dioperasikan hari ini untuk mengevakuasi penumpang dari layanan yang terganggu kemarin juga dialihkan karena alasan yang sama.”
Maskapai tersebut mengatakan bahwa penumpang yang terdampak telah diberikan akomodasi hotel dan ditawarkan opsi penjadwalan ulang gratis atau pembatalan dengan pengembalian dana penuh. “Kami menyesal atas ketidaknyamanan yang disebabkan oleh faktor di luar kendali maskapai,” tambah juru bicara tersebut.
Insiden Penundaan Penerbangan Terpisah
Sebelumnya, pada 25 Februari, sebuah penerbangan Air India menuju New Delhi berhenti di landasan di Bandara Mumbai, tertunda dari waktu keberangkatan yang dijadwalkan pukul 15:25. Menurut sumber, penerbangan Air India dari Mumbai ke Delhi, AI 1851, berada di landasan selama lebih dari 45 menit.
Akuisisi Air India oleh Tata Group
Sementara itu, pada tahun 2021, pemerintah mengumumkan bahwa Tata Group mengajukan tawaran sebesar Rs 18.000 crore untuk Air India. Selanjutnya, pada 25 Oktober 2021, pemerintah India menandatangani perjanjian pembelian saham dengan Tata Group untuk penyerahan Air India. Pada 27 Januari 2021, Tata Group resmi mengambil alih kepemilikan Air India. (ANI)
(Selain judul, cerita ini belum diedit oleh staf Asianet Newsable English dan dipublikasikan dari feed sindikasi.)