Belakangan ini saya melihat pandangan dari Jamie Dimon, CEO JPMorgan. Orang ini cukup menarik dalam menyoroti risiko pasar tahun ini. Dia terus menekankan satu masalah—jika inflasi tidak turun malah naik, maka risiko pasar bearish benar-benar akan datang.



Dia secara khusus menyebutkan bahwa kenaikan harga minyak adalah ancaman yang tidak bisa diabaikan. Sejarah menunjukkan bahwa resesi tahun 1974 dan 1982 disebabkan oleh lonjakan harga minyak. Saat ini, situasi di Timur Tengah dan konflik geopolitik sedang mendorong biaya energi naik lagi, tekanan jangka pendek ini nyata adanya. Jika inflasi tetap tinggi, suku bunga akan dipaksa naik, dan suku bunga memiliki pengaruh seperti "tarikan" terhadap hampir semua harga aset—ini berarti risiko pasar bearish bukan sekadar omong kosong.

Yang menarik, kekhawatiran dia terhadap pasar kredit swasta sebenarnya tidak terlalu serius. Dia melakukan perhitungan: ukuran kredit swasta dengan leverage hanya sekitar 1,8 miliar dolar, dibandingkan dengan pasar obligasi high-yield AS sebesar 1,5 triliun dolar, pinjaman sindikasi leverage 1,7 triliun dolar, dan obligasi investment-grade bahkan mencapai 13 triliun dolar. Dari sudut pandang ini, meskipun kredit swasta kurang transparan, "mungkin tidak akan menimbulkan risiko sistemik."

Mengenai AI, sikap dia justru optimis. Dia bilang investasi AI bukan gelembung spekulatif, melainkan revolusi produktivitas nyata yang akan mengubah dunia seperti listrik dan internet, tapi kecepatannya akan jauh lebih cepat. Tapi dia juga jujur, saat ini siapa yang akan menjadi pemenang terakhir masih belum jelas. Dalam jangka pendek, pengeluaran untuk AI mungkin menaikkan harga, tapi dalam jangka panjang akan menurunkan inflasi.

Yang membuat saya terkesan adalah keluhan dia tentang regulasi bank. Setelah krisis keuangan, risiko sistemik memang berkurang, tapi beberapa aturan yang dibuat terburu-buru malah menghambat pinjaman dan pertumbuhan. Dia menganggap bahwa beberapa regulasi terhadap bank sistemik global "sungguh tidak masuk akal," merasa aturan tertentu hanya menghukum keberhasilan dan kekuatan.

Secara ringkas, pandangan utama Dimon adalah: risiko terbesar tahun ini adalah inflasi dan geopolitik. Jika kedua faktor ini memburuk, pasar bearish memang bisa datang. Tapi dari sudut pandang jangka panjang, fundamental ekonomi masih mendukung, hanya saja perlu waspada terhadap risiko "tikus bau" jangka pendek. Investor saat ini harus paling perhatian apakah konflik geopolitik ini bisa diselesaikan dengan baik.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan