Selalu merasa banyak trader mengalami kendala terbesar saat menjalankan strategi yaitu tidak bisa memantau pasar 24 jam. Baru-baru ini saya berpikir, GTC limit order sebenarnya menyelesaikan masalah ini, tetapi banyak orang masih belum menggunakannya dengan baik.



Sederhananya, GTC adalah good til cancelled order, memungkinkan Anda menetapkan harga target, lalu bisa tenang melakukan hal lain. Tidak seperti order harian yang kedaluwarsa saat penutupan pasar, order GTC akan tetap aktif sampai terisi atau Anda membatalkannya secara manual. Kebanyakan broker akan secara otomatis menghapus order yang belum terisi setelah 30 sampai 90 hari, untuk mencegah penumpukan order.

Situasi penggunaannya cukup menarik. Misalnya Anda yakin dengan suatu saham, saat ini harga 55 dolar, tetapi Anda merasa 50 dolar adalah harga yang wajar. Daripada terus-menerus memantau pasar menunggu peluang, lebih baik langsung pasang order limit GTC di 50 dolar. Begitu harga saham turun ke level ini, order otomatis terisi, dan Anda mengunci harga yang diinginkan. Sebaliknya, jika Anda memegang saham di 80 dolar dan ingin menjual di 90 dolar untuk mendapatkan keuntungan, cukup pasang order jual GTC, begitu harga mencapai target, posisi otomatis tertutup.

Namun, kenyamanan ini juga disertai risiko. Yang paling umum adalah transaksi tak terduga akibat fluktuasi pasar. Harga saham bisa saja menyentuh level tertentu karena fluktuasi jangka pendek, lalu terus turun, dan Anda akan menyesal. Ada juga risiko yang lebih menyakitkan disebut "gap", misalnya saham tutup di 60 dolar hari sebelumnya, lalu hari berikutnya karena berita mendadak langsung dibuka di 50 dolar, order jual GTC di 58 dolar mungkin terisi jauh di bawah ekspektasi.

Masalah lain yang mudah diabaikan adalah order terlupakan. Jika Anda pasang GTC limit order dan tidak diurus lagi, kondisi pasar yang berubah mungkin membuat strategi Anda tidak lagi cocok, tetapi order tetap menunggu eksekusi. Jadi, penting untuk secara rutin memeriksa dan menyesuaikan order Anda.

GTC limit order dan order harian masing-masing punya keunggulan. Order harian cocok untuk trader yang mencari fluktuasi jangka pendek, risiko relatif lebih terkendali. Sedangkan GTC lebih cocok untuk investor jangka panjang yang punya target harga jelas dan bersedia menunggu. Jika Anda menunggu harga tertentu muncul, gunakan GTC; jika ingin memanfaatkan peluang hari ini, order harian lebih tepat.

Secara keseluruhan, GTC adalah alat otomatisasi yang bagus, memungkinkan Anda menjalankan strategi tanpa harus terus-menerus memantau pasar. Tapi kuncinya adalah memahami risikonya, secara rutin review order Anda, dan pastikan tetap sesuai dengan rencana trading saat ini. Beberapa trader juga menggabungkan stop-loss untuk mengelola risiko, sehingga potensi kerugian bisa dikendalikan dengan lebih baik.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan