Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
#DriftProtocolHacked
🚨 Drift Protocol Mengalami Eksploitasi Besar‑besaran — ~$285M Hilang
Pada 1 April 2026, Drift Protocol — sebuah bursa perpetual terdesentralisasi berbasis Solana yang besar — diserang oleh peretasan skala besar yang menguras sekitar $280 juta hingga $286 juta aset kripto. Ini dianggap sebagai salah satu peretasan DeFi terbesar tahun 2026 dan salah satu yang terbesar di ekosistem Solana.
🧠 Apa yang Terjadi:
Penyerang tampaknya telah mendapatkan akses tidak sah ke izin administratif, memungkinkan pengambilalihan kendali protokol secara cepat dan menguras vault pengguna dalam hitungan menit.
Beberapa perusahaan analitik blockchain mengaitkan serangan ini dengan aktor ancaman yang terkait dengan Korea Utara berdasarkan perilaku di blockchain dan pola pencucian uang, sesuai dengan taktik yang terlihat dalam peretasan yang didukung negara sebelumnya.
🔍 Wawasan Teknis:
Eksploitasi ini digambarkan bukan sekadar bug kontrak pintar, tetapi melibatkan akses admin yang dikompromikan dan manipulasi mekanisme protokol seperti “nonce tahan lama” Solana — fitur yang dapat memungkinkan transaksi tetap valid tanpa batas waktu jika disalahgunakan.
Data di blockchain menunjukkan bahwa berbagai jenis aset ditarik, termasuk USDC, token JLP, SOL, dan lainnya, dan sebagian besar dana yang dicuri segera dikonversi ke USDC dan dijembatani ke Ethereum sebelum dikonversi lebih lanjut.
📉 Dampak Pasar dan Protokol:
Pengguna mengalami arus keluar besar-besaran, dan total nilai terkunci (TVL) Drift turun lebih dari 50%.
Harga token DRIFT turun tajam, mencerminkan kepercayaan yang terguncang setelah pelanggaran tersebut.
Tim menghentikan sementara deposit dan penarikan, bekerja sama dengan perusahaan keamanan dan bursa untuk melacak dan mengendalikan dana yang dicuri.
💡 Implikasi Lebih Luas:
Insiden ini menyoroti risiko keamanan yang terus berlangsung dalam keuangan terdesentralisasi, terutama terkait kontrol tata kelola, manajemen multisig, dan vektor rekayasa sosial — bukan hanya kode kontrak pintar. Banyak pengamat kini memperdebatkan bagaimana protokol DeFi dapat lebih baik melindungi akses administratif dan mendiversifikasi mekanisme kendali untuk mencegah eksploitasi serupa di masa depan.