#CLARITYActAdvances


Presiden Amerika Donald J. Trump menuduh bank-bank Amerika merusak Undang-Undang GENIUS dan CLARITY. Trump menyatakan bahwa sektor perbankan tradisional menghambat agenda cryptocurrency, berjanji untuk mengamankan kepemimpinan AS di pasar crypto global.
Dalam sebuah posting di akun Truth Social-nya, Presiden Trump menekankan bahwa bank, meskipun meraih keuntungan rekor, mengancam inovasi crypto. Dia secara khusus menargetkan lobi perbankan, yang dia katakan berusaha mencegah warga Amerika mendapatkan lebih banyak dari uang mereka melalui stablecoin, terutama melalui Undang-Undang GENIUS yang dia tandatangani tahun lalu.
Undang-Undang GENIUS dianggap sebagai undang-undang bersejarah yang menetapkan kerangka regulasi federal untuk stablecoin pembayaran yang didukung dolar. Trump berulang kali menyatakan bahwa undang-undang ini akan menjadikan AS pemimpin tak terbantahkan dalam aset digital. Namun, ketidaksepakatan yang sedang berlangsung mengenai penerbit stablecoin atau platform yang membayar (hasil/tarif) bunga kepada pengguna, ditambah dengan lobi intens dari bank-bank, telah menyebabkan RUU CLARITY (Kejelasan Pasar Aset Digital) terhenti di Senat.
RUU CLARITY bertujuan untuk memperjelas struktur keseluruhan pasar crypto, mendefinisikan batas-batas otoritas antara SEC dan CFTC, serta membawa regulasi komprehensif terhadap aset digital. Pemerintahan Trump bertujuan menyelesaikan pengesahan undang-undang ini pada pertengahan 2026 dan melihatnya sebagai batu loncatan dari visinya untuk menjadikan AS sebagai "ibu kota crypto dunia."
Dalam sebuah cuitan, Trump menyatakan, "Bank-bank meraih keuntungan rekor, dan kami tidak akan membiarkan mereka merusak agenda crypto kami yang kuat. Kita harus segera menyelesaikan RUU CLARITY, atau kepemimpinan ini akan beralih ke China dan negara lain." Presiden berargumen bahwa warga Amerika harus mendapatkan lebih banyak dari uang mereka, mengisyaratkan bahwa bank takut akan kompetisi stablecoin.
Tokoh dari industri crypto, seperti CEO Coinbase Brian Armstrong, juga menuduh bank-bank melemahkan agenda pro-crypto Trump. Dalam pertemuan tertutup di Gedung Putih, bank-bank meminta regulasi yang melarang pembayaran bunga atas saldo stablecoin, yang dikategorikan pihak crypto sebagai upaya untuk membungkam kompetisi.
Sikap keras Trump meningkatkan tekanan pada Kongres untuk memecahkan kebuntuan dalam regulasi crypto, sekaligus menegaskan kembali tekad AS untuk mempertahankan daya saing globalnya di bidang aset digital. Pejabat Gedung Putih mengatakan bahwa jika RUU CLARITY disahkan dalam waktu dekat, triliunan dolar modal institusional dapat mengalir ke pasar crypto.
Lihat Asli
post-image
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)