Plume, jaringan RWA global, telah mengungkapkan strategi ekspansi signifikan dengan meluncurkan KRW1, stablecoin yang denominasi won Korea yang dikembangkan bekerja sama dengan BDACS (Beyond Digital Asset Custody Service). Langkah strategis ini secara fundamental mengubah cara investor dan institusi Korea dapat berpartisipasi dalam pasar aset dunia nyata, menghilangkan hambatan tradisional terkait konversi mata uang dan kompleksitas operasional.
Kolaborasi ini menandai momen penting bagi pasar RWA Asia. Modal institusional Korea kini dapat mengalir langsung ke ekosistem Plume menggunakan transaksi berbasis won, menghilangkan gesekan dan biaya yang terkait dengan konversi USD. Menurut metrik terbaru Plume, jaringan ini sudah mendukung lebih dari 280.000 pemegang RWA dan mengelola aset dunia nyata senilai $645 juta di seluruh platformnya.
Memecah Akses: Bagaimana KRW1 Mengubah Permainan
KRW1 lebih dari sekadar stablecoin lain—ini adalah gerbang bagi partisipasi institusional Korea di pasar RWA global. Token ini didukung penuh oleh deposit won Korea yang disimpan dalam escrow di Woori Bank, salah satu bank komersial terkemuka di Korea Selatan. BDACS berhasil menyelesaikan bukti konsep pada September 2025, memvalidasi infrastruktur teknis dan keandalan operasional solusi ini.
Teddy Pornprinya, Co-Founder dan Chief Business Officer di Plume, menjelaskan arti strategisnya: “Dengan menambahkan KRW1 sebagai instrumen pembayaran, kami menciptakan jalur langsung bagi investor institusional Korea untuk memasuki pasar RWA tanpa gesekan mata uang. Ini membuka kunci modal besar yang sebelumnya terkunci di balik biaya konversi dan kompleksitas regulasi.”
Mengapa Korea? Keunggulan Regulasi
Kemunculan Korea sebagai pasar non-USD pertama Plume mencerminkan posisi regulasi negara tersebut yang maju. Setelah amandemen signifikan terhadap Capital Markets Act dan Electronic Securities Act, Korea membangun kerangka kerja tokenized securities (STO) yang komprehensif dan kini termasuk salah satu lingkungan regulasi RWA paling canggih di Asia.
Waktu pasar ini strategis. Institusi keuangan utama Korea aktif memperluas investasi mereka di blockchain dan RWA, menciptakan permintaan institusional yang sangat sesuai dengan tujuan ekspansi Plume. Seperti yang dicatat Pornprinya, “Korea menawarkan kejelasan regulasi yang dipadukan dengan dukungan inovasi—kombinasi langka dalam keuangan tradisional. Ini menjadi pusat strategis utama untuk pertumbuhan Asia-Pasifik kami.”
Mengakses Manajer Aset Global dan Berbagai Kelas Aset
Melalui platform Plume, investor Korea kini dapat mengakses aset yang dikelola oleh perusahaan global terkemuka seperti Apollo Global Management, WisdomTree, dan BlackOpal. Kelas aset yang tersedia meliputi pinjaman berbasis properti, dana swasta, dan obligasi pemerintah—yang secara tradisional sulit diakses langsung oleh investor ritel dan institusional Korea.
Hong-yeol Ryu, CEO BDACS, menekankan kekuatan teknis kemitraan ini: “Plume telah membuktikan dirinya sebagai penyedia infrastruktur siap institusi melalui fitur kepatuhan yang terintegrasi dan kompatibilitas penuh dengan EVM. Integrasi KRW1 semakin memperkuat posisinya sebagai platform RWA yang sesuai regulasi di seluruh Asia.”
Dampak Nyata: Pengurangan Biaya dan Perluasan Pasar
Bagi investor Korea, manfaat praktisnya cukup besar. Dengan melakukan investasi dan menerima hasil secara langsung dalam won Korea, peserta menghindari biaya valuta asing yang biasanya menghabiskan 0,2-0,5% dari nilai transaksi setiap tahun. Seiring waktu, penghematan ini akan berakumulasi secara signifikan, terutama bagi pemain institusional yang mengelola posisi besar.
Peluncuran ini juga membuka jalan untuk pengembangan masa depan: institusi keuangan Korea mungkin akan menerbitkan aset tokenized mereka sendiri secara langsung di Plume, dan model KRW1 dirancang sebagai template untuk ekspansi ke mata uang Asia lainnya, termasuk yen Jepang dan dolar Singapura.
Jejak Pertumbuhan Plume di Pasar RWA
Per awal 2026, Plume mengoperasikan salah satu ekosistem RWA terbesar di dunia dengan lebih dari 200 proyek aktif. Protokol unggulan platform ini, Nest, memungkinkan penerbit aset untuk menempatkan aset di blockchain dan mengelola distribusi hasil dunia nyata—mekanisme yang telah menarik partisipasi institusional dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Dengan KRW1 yang kini beroperasi, Plume menunjukkan bahwa infrastruktur RWA dapat beradaptasi dengan kebutuhan pasar regional sambil mempertahankan standar kepatuhan dan keamanan tingkat institusi. Ekspansi ini menandai tren industri yang lebih luas: generasi berikutnya dari pasar modal on-chain akan dibangun di atas jalur regional, bukan hanya global.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Stablecoin KRW1 milik Plume Prioritaskan Masuk Institusional Korea ke Ekosistem RWA
Plume, jaringan RWA global, telah mengungkapkan strategi ekspansi signifikan dengan meluncurkan KRW1, stablecoin yang denominasi won Korea yang dikembangkan bekerja sama dengan BDACS (Beyond Digital Asset Custody Service). Langkah strategis ini secara fundamental mengubah cara investor dan institusi Korea dapat berpartisipasi dalam pasar aset dunia nyata, menghilangkan hambatan tradisional terkait konversi mata uang dan kompleksitas operasional.
Kolaborasi ini menandai momen penting bagi pasar RWA Asia. Modal institusional Korea kini dapat mengalir langsung ke ekosistem Plume menggunakan transaksi berbasis won, menghilangkan gesekan dan biaya yang terkait dengan konversi USD. Menurut metrik terbaru Plume, jaringan ini sudah mendukung lebih dari 280.000 pemegang RWA dan mengelola aset dunia nyata senilai $645 juta di seluruh platformnya.
Memecah Akses: Bagaimana KRW1 Mengubah Permainan
KRW1 lebih dari sekadar stablecoin lain—ini adalah gerbang bagi partisipasi institusional Korea di pasar RWA global. Token ini didukung penuh oleh deposit won Korea yang disimpan dalam escrow di Woori Bank, salah satu bank komersial terkemuka di Korea Selatan. BDACS berhasil menyelesaikan bukti konsep pada September 2025, memvalidasi infrastruktur teknis dan keandalan operasional solusi ini.
Teddy Pornprinya, Co-Founder dan Chief Business Officer di Plume, menjelaskan arti strategisnya: “Dengan menambahkan KRW1 sebagai instrumen pembayaran, kami menciptakan jalur langsung bagi investor institusional Korea untuk memasuki pasar RWA tanpa gesekan mata uang. Ini membuka kunci modal besar yang sebelumnya terkunci di balik biaya konversi dan kompleksitas regulasi.”
Mengapa Korea? Keunggulan Regulasi
Kemunculan Korea sebagai pasar non-USD pertama Plume mencerminkan posisi regulasi negara tersebut yang maju. Setelah amandemen signifikan terhadap Capital Markets Act dan Electronic Securities Act, Korea membangun kerangka kerja tokenized securities (STO) yang komprehensif dan kini termasuk salah satu lingkungan regulasi RWA paling canggih di Asia.
Waktu pasar ini strategis. Institusi keuangan utama Korea aktif memperluas investasi mereka di blockchain dan RWA, menciptakan permintaan institusional yang sangat sesuai dengan tujuan ekspansi Plume. Seperti yang dicatat Pornprinya, “Korea menawarkan kejelasan regulasi yang dipadukan dengan dukungan inovasi—kombinasi langka dalam keuangan tradisional. Ini menjadi pusat strategis utama untuk pertumbuhan Asia-Pasifik kami.”
Mengakses Manajer Aset Global dan Berbagai Kelas Aset
Melalui platform Plume, investor Korea kini dapat mengakses aset yang dikelola oleh perusahaan global terkemuka seperti Apollo Global Management, WisdomTree, dan BlackOpal. Kelas aset yang tersedia meliputi pinjaman berbasis properti, dana swasta, dan obligasi pemerintah—yang secara tradisional sulit diakses langsung oleh investor ritel dan institusional Korea.
Hong-yeol Ryu, CEO BDACS, menekankan kekuatan teknis kemitraan ini: “Plume telah membuktikan dirinya sebagai penyedia infrastruktur siap institusi melalui fitur kepatuhan yang terintegrasi dan kompatibilitas penuh dengan EVM. Integrasi KRW1 semakin memperkuat posisinya sebagai platform RWA yang sesuai regulasi di seluruh Asia.”
Dampak Nyata: Pengurangan Biaya dan Perluasan Pasar
Bagi investor Korea, manfaat praktisnya cukup besar. Dengan melakukan investasi dan menerima hasil secara langsung dalam won Korea, peserta menghindari biaya valuta asing yang biasanya menghabiskan 0,2-0,5% dari nilai transaksi setiap tahun. Seiring waktu, penghematan ini akan berakumulasi secara signifikan, terutama bagi pemain institusional yang mengelola posisi besar.
Peluncuran ini juga membuka jalan untuk pengembangan masa depan: institusi keuangan Korea mungkin akan menerbitkan aset tokenized mereka sendiri secara langsung di Plume, dan model KRW1 dirancang sebagai template untuk ekspansi ke mata uang Asia lainnya, termasuk yen Jepang dan dolar Singapura.
Jejak Pertumbuhan Plume di Pasar RWA
Per awal 2026, Plume mengoperasikan salah satu ekosistem RWA terbesar di dunia dengan lebih dari 200 proyek aktif. Protokol unggulan platform ini, Nest, memungkinkan penerbit aset untuk menempatkan aset di blockchain dan mengelola distribusi hasil dunia nyata—mekanisme yang telah menarik partisipasi institusional dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Dengan KRW1 yang kini beroperasi, Plume menunjukkan bahwa infrastruktur RWA dapat beradaptasi dengan kebutuhan pasar regional sambil mempertahankan standar kepatuhan dan keamanan tingkat institusi. Ekspansi ini menandai tren industri yang lebih luas: generasi berikutnya dari pasar modal on-chain akan dibangun di atas jalur regional, bukan hanya global.