#深度创作营 Perang antara AS dan Iran dimulai, apa yang paling tahan terhadap penurunan? Di dunia kripto, yang benar-benar bisa menghindari risiko bukanlah koin utama, melainkan token emas, stablecoin dengan volatilitas rendah, dan blockchain yang tahan sensor; BTC/ETH/altcoin adalah risiko tinggi, dalam jangka pendek akan dijual.
1. Pilihan utama di dunia kripto untuk menghindari risiko: Token emas (paling stabil)
- PAXG (Paxos Gold): Mengaitkan 1:1 dengan emas fisik, diawasi dan dapat ditebus, pilihan utama untuk menghindari risiko
- XAUT (Tether Gold): Diterbitkan oleh Tether, mengaitkan dengan emas, likuiditas baik
- GLD/IAU (ETF emas tradisional): Bukan bagian dari dunia kripto, tetapi pengguna kripto dapat mengaturnya melalui saluran yang sesuai, perlindungan risiko utama
- ✅ Logika: Ketakutan akan perang → dana membeli emas; saat pasar emas tradisional tutup, token emas dapat diperdagangkan 24 jam, langsung naik (kali ini naik hampir 6%)
2. Pilihan kedua: Aset dengan volatilitas rendah/stabil (untuk mencegah kejatuhan)
- USDC/USDT/DAI: Stablecoin, setara kas, bantalan keamanan saat krisis untuk “menunggu dan melihat”
- BUSD/FDUSD: Stablecoin yang sesuai regulasi, likuiditas kuat
- ✅ Logika: Kas adalah raja, pertama menjaga modal pokok, setelah ketakutan mereda baru melakukan pembelian murah
3. Cadangan: Blockchain anti sensor/distribusi kekuatan komputasi (jangka menengah-panjang)
- Cardano (ADA), Solana (SOL): Distribusi kekuatan komputasi/node, tidak mudah dikendalikan oleh satu negara
- ✅ Logika: Jika perang menyebabkan sanksi dolar AS dan pembekuan aset, jenis koin ini memiliki kelangkaan
4. Jangan sentuh sama sekali: Produk risiko tinggi (akan jatuh tajam + likuidasi)
- ❌ BTC/ETH/altcoin utama: Dalam jangka pendek adalah mesin penarikan aset risiko, dalam kepanikan akan dihancurkan terlebih dahulu (kali ini BTC turun 4%+)
- ❌ Kontrak/Leverage/spot dengan leverage tinggi: Gelombang likuidasi, 150.000 orang mengalami likuidasi sebesar 4,94 miliar dolar
- ❌ Koin terkait kekuatan komputasi Iran (seperti beberapa koin tambang): Pabrik tambang Iran mati listrik, kekuatan komputasi offline, tekanan jual besar
2. Jangka menengah (1-3 bulan): Situasi membaik → secara bertahap kurangi token emas, tambah BTC/ETH spot (beli saat harga rendah)
3. Situasi ekstrem (blokade Hormuz, perang total): Token emas + koin anonim, jauhi volatilitas tinggi
6. Pengingat penting
- Dunia kripto tidak memiliki “perlindungan risiko” yang benar-benar mutlak, hanya relatif tahan terhadap penurunan; token emas paling mendekati perlindungan risiko tradisional
- Pada awal perang pasti akan terjadi penjualan panik, jangan melawan arus dan membeli BTC/ETH saat harga jatuh
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
#深度创作营 Perang antara AS dan Iran dimulai, apa yang paling tahan terhadap penurunan? Di dunia kripto, yang benar-benar bisa menghindari risiko bukanlah koin utama, melainkan token emas, stablecoin dengan volatilitas rendah, dan blockchain yang tahan sensor; BTC/ETH/altcoin adalah risiko tinggi, dalam jangka pendek akan dijual.
1. Pilihan utama di dunia kripto untuk menghindari risiko: Token emas (paling stabil)
- PAXG (Paxos Gold): Mengaitkan 1:1 dengan emas fisik, diawasi dan dapat ditebus, pilihan utama untuk menghindari risiko
- XAUT (Tether Gold): Diterbitkan oleh Tether, mengaitkan dengan emas, likuiditas baik
- GLD/IAU (ETF emas tradisional): Bukan bagian dari dunia kripto, tetapi pengguna kripto dapat mengaturnya melalui saluran yang sesuai, perlindungan risiko utama
- ✅ Logika: Ketakutan akan perang → dana membeli emas; saat pasar emas tradisional tutup, token emas dapat diperdagangkan 24 jam, langsung naik (kali ini naik hampir 6%)
2. Pilihan kedua: Aset dengan volatilitas rendah/stabil (untuk mencegah kejatuhan)
- USDC/USDT/DAI: Stablecoin, setara kas, bantalan keamanan saat krisis untuk “menunggu dan melihat”
- BUSD/FDUSD: Stablecoin yang sesuai regulasi, likuiditas kuat
- ✅ Logika: Kas adalah raja, pertama menjaga modal pokok, setelah ketakutan mereda baru melakukan pembelian murah
3. Cadangan: Blockchain anti sensor/distribusi kekuatan komputasi (jangka menengah-panjang)
- Monero (XMR), Zcash (ZEC): Koin anonim, tahan sensor, sulit dibekukan, cocok untuk risiko geopolitik ekstrem
- Cardano (ADA), Solana (SOL): Distribusi kekuatan komputasi/node, tidak mudah dikendalikan oleh satu negara
- ✅ Logika: Jika perang menyebabkan sanksi dolar AS dan pembekuan aset, jenis koin ini memiliki kelangkaan
4. Jangan sentuh sama sekali: Produk risiko tinggi (akan jatuh tajam + likuidasi)
- ❌ BTC/ETH/altcoin utama: Dalam jangka pendek adalah mesin penarikan aset risiko, dalam kepanikan akan dihancurkan terlebih dahulu (kali ini BTC turun 4%+)
- ❌ Kontrak/Leverage/spot dengan leverage tinggi: Gelombang likuidasi, 150.000 orang mengalami likuidasi sebesar 4,94 miliar dolar
- ❌ Koin terkait kekuatan komputasi Iran (seperti beberapa koin tambang): Pabrik tambang Iran mati listrik, kekuatan komputasi offline, tekanan jual besar
5. Strategi praktis (sederhana dan langsung)
1. Jangka pendek (1-2 minggu): 70% stablecoin + 30% token emas, jangan sentuh kontrak
2. Jangka menengah (1-3 bulan): Situasi membaik → secara bertahap kurangi token emas, tambah BTC/ETH spot (beli saat harga rendah)
3. Situasi ekstrem (blokade Hormuz, perang total): Token emas + koin anonim, jauhi volatilitas tinggi
6. Pengingat penting
- Dunia kripto tidak memiliki “perlindungan risiko” yang benar-benar mutlak, hanya relatif tahan terhadap penurunan; token emas paling mendekati perlindungan risiko tradisional
- Pada awal perang pasti akan terjadi penjualan panik, jangan melawan arus dan membeli BTC/ETH saat harga jatuh
- Kendalikan posisi: spot ≤50%, leverage 0