Aave DAO Menjadi Krisis Saat Kepergian BGD Memperdalam Perpecahan Tata Kelola

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Ekosistem Aave menghadapi titik balik kritis karena ketegangan yang terus-menerus antara Aave DAO dan Aave Labs telah mencapai titik puncaknya, memicu kepergian BGD—perusahaan pengembang inti di balik sebagian besar infrastruktur Aave. Perpecahan operasional ini jauh lebih dari sekadar perselisihan perusahaan; ini menandai krisis tata kelola yang lebih dalam yang dapat mengubah cara protokol DeFi menyeimbangkan kendali komunitas dengan kelangsungan pengembangan.

Pembaruan v4 Menjadi Inti Perjuangan Kekuasaan DAO

Di pusat konflik terletak ketidaksepakatan tentang peta jalan produk Aave. Proposal yang kontroversial untuk memindahkan pengguna dari protokol “v3”—yang saat ini menjadi penghasil pendapatan utama protokol—ke arah “pembaruan v4” yang belum terbukti telah menjadi titik nyala. BGD secara terbuka mengkritik dorongan tersebut sebagai “hampir keterlaluan,” mempertanyakan kebijaksanaan mengganggu sistem yang berfungsi dan menguntungkan. Perselisihan ini menyoroti ketegangan mendasar: apakah protokol yang matang dan menghasilkan pendapatan harus mengejar pembaruan eksperimental, atau mempertahankan stabilitas dengan basis pengguna yang sudah mapan? Tekad Aave DAO terhadap jalur v4, meskipun ada keberatan dari pengembang inti, telah mengungkap garis patah antara cita-cita tata kelola terdesentralisasi dan realitas pengembangan praktis.

Ketika Penarikan Pengembang Inti Mengancam Stabilitas Ekosistem

Kepergian BGD membawa konsekuensi langsung dan jangka panjang. Tim rekayasa inti berfungsi ganda—mereka menjaga keamanan operasional dan memberikan kredibilitas teknis yang menjadi dasar kepercayaan tata kelola. Kehilangan BGD menimbulkan pertanyaan mendesak tentang siapa yang akan memelihara infrastruktur v3 ke depan. Selain pemeliharaan teknis, kepergian mereka menandai hilangnya kepercayaan terhadap arah tata kelola saat ini, yang berpotensi mengguncang kepercayaan di antara pengembang lain, auditor, dan pengguna institusional yang bergantung pada stabilitas Aave. Dalam DeFi, di mana kerentanan kontrak pintar bisa menjadi bencana, kontinuitas pengembang bukan sekadar operasional—itu bersifat eksistensial.

Apa yang Terjadi Selanjutnya: Batas Waktu 1 April dan Perbaikan Tata Kelola

Tanggal transisi 1 April menjulang sebagai titik kritis. Ketidakpastian utama meliputi siapa yang akan bertanggung jawab atas pemeliharaan v3, apakah tim pengembang baru akan muncul untuk mengelola protokol, dan apakah Aave DAO akan memperjelas garis waktu v4 yang realistis dengan insentif yang tepat. Kemampuan DAO untuk mempertahankan kepercayaan dan menarik pengembang yang berkualitas akan bergantung pada kemampuan menunjukkan bahwa tata kelola dapat menyeimbangkan otonomi komunitas dengan pragmatisme teknis. Minggu-minggu mendatang akan mengungkap apakah Aave dapat memperbaiki keretakan ini sebelum mengancam kepercayaan ekosistem DeFi yang lebih luas terhadap protokol yang dikelola DAO.

AAVE-8,88%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)