Statistik dari penelitian perusahaan Korea Selatan Carisyou, yang dipublikasikan oleh platform Jin10, mengungkapkan tren yang mengkhawatirkan di pasar mobil Korea Selatan. Remaja berhenti membeli mobil baru, dan angka-angka tersebut mengonfirmasi tren ini dengan kejelasan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Data menunjukkan penurunan signifikan dalam minat terhadap mobil baru di kalangan muda, sementara angka pendaftaran terus menurun setiap tahun.
Remaja usia 20 tahun: tingkat terendah dalam satu dekade
Situasi paling kritis terjadi di kelompok usia dua puluhan. Pada tahun 2025, hanya 61.962 mobil baru yang didaftarkan di kalangan pembeli ini, yang hanya 5,6% dari total pendaftaran kendaraan baru tahun itu. Ini merupakan hasil terendah dalam sepuluh tahun terakhir. Sepuluh tahun lalu, pada 2016, kelompok ini juga aktif di pasar, tetapi dengan pangsa yang jauh lebih tinggi — 8,8% dari total pendaftaran. Dengan demikian, dalam satu dekade terjadi penurunan sebesar 3,2 poin persentase.
Demikian pula, dinamika kritis di kelompok usia 30+: selisih 6,9 poin
Situasi di kalangan konsumen usia tiga puluhan, meskipun kurang parah, mengikuti tren yang sama yang mengkhawatirkan. Tahun lalu, kelompok usia ini mendaftarkan 209.749 mobil baru, menyumbang 19% dari total pendaftaran. Namun, seperti halnya kelompok muda, angka ini juga mencapai titik terendah dalam satu dekade, turun dari 25,9% pada 2016 — penurunan sebesar 6,9 poin persentase dalam sepuluh tahun.
Dampak yang lebih luas: apa arti dari penurunan ini?
Penurunan aktivitas secara paralel di kedua kelompok usia menunjukkan adanya pergeseran sistemik dalam perilaku konsumen di pasar Korea Selatan. Pembeli muda dan dewasa muda yang secara tradisional menjadi basis permintaan mobil baru semakin memilih alternatif lain — baik kendaraan bekas, transportasi umum, maupun solusi mobilitas lainnya. Tren ini menyoroti tidak hanya tantangan ekonomi yang dihadapi generasi muda Korea Selatan, tetapi juga transformasi konsep kepemilikan mobil dalam masyarakat modern.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Pemuda Korea Selatan menjauh dari mobil baru: penurunan pendaftaran selama sepuluh tahun
Statistik dari penelitian perusahaan Korea Selatan Carisyou, yang dipublikasikan oleh platform Jin10, mengungkapkan tren yang mengkhawatirkan di pasar mobil Korea Selatan. Remaja berhenti membeli mobil baru, dan angka-angka tersebut mengonfirmasi tren ini dengan kejelasan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Data menunjukkan penurunan signifikan dalam minat terhadap mobil baru di kalangan muda, sementara angka pendaftaran terus menurun setiap tahun.
Remaja usia 20 tahun: tingkat terendah dalam satu dekade
Situasi paling kritis terjadi di kelompok usia dua puluhan. Pada tahun 2025, hanya 61.962 mobil baru yang didaftarkan di kalangan pembeli ini, yang hanya 5,6% dari total pendaftaran kendaraan baru tahun itu. Ini merupakan hasil terendah dalam sepuluh tahun terakhir. Sepuluh tahun lalu, pada 2016, kelompok ini juga aktif di pasar, tetapi dengan pangsa yang jauh lebih tinggi — 8,8% dari total pendaftaran. Dengan demikian, dalam satu dekade terjadi penurunan sebesar 3,2 poin persentase.
Demikian pula, dinamika kritis di kelompok usia 30+: selisih 6,9 poin
Situasi di kalangan konsumen usia tiga puluhan, meskipun kurang parah, mengikuti tren yang sama yang mengkhawatirkan. Tahun lalu, kelompok usia ini mendaftarkan 209.749 mobil baru, menyumbang 19% dari total pendaftaran. Namun, seperti halnya kelompok muda, angka ini juga mencapai titik terendah dalam satu dekade, turun dari 25,9% pada 2016 — penurunan sebesar 6,9 poin persentase dalam sepuluh tahun.
Dampak yang lebih luas: apa arti dari penurunan ini?
Penurunan aktivitas secara paralel di kedua kelompok usia menunjukkan adanya pergeseran sistemik dalam perilaku konsumen di pasar Korea Selatan. Pembeli muda dan dewasa muda yang secara tradisional menjadi basis permintaan mobil baru semakin memilih alternatif lain — baik kendaraan bekas, transportasi umum, maupun solusi mobilitas lainnya. Tren ini menyoroti tidak hanya tantangan ekonomi yang dihadapi generasi muda Korea Selatan, tetapi juga transformasi konsep kepemilikan mobil dalam masyarakat modern.