Apakah menukar Yuan dengan Dolar Amerika menguntungkan? Analisis peluang tren nilai tukar tahun 2026

Sejak awal tahun 2026, tren nilai tukar Renminbi terus menarik perhatian investor. Setelah mengalami depresiasi selama tiga tahun berturut-turut dari 2022 hingga 2024, pada akhir 2025 Renminbi akhirnya berhasil menembus level psikologis 7.0, dan saat ini berada dalam kisaran 6.96 hingga 6.97, memulai siklus penguatan baru. Bagi investor yang ingin menukar Renminbi ke dolar AS, titik balik ini menimbulkan pertanyaan penting: apakah saat ini merupakan waktu yang menguntungkan?

Menurut prediksi terbaru dari bank investasi utama internasional, pada 2026 Renminbi diperkirakan akan menguat lebih jauh ke kisaran 6.70 hingga 6.85, yang berarti nilai tukar Renminbi terhadap dolar AS akan terus menguat. Dalam konteks ini, melakukan penukaran dolar AS saat ini relatif masuk akal, tetapi kuncinya adalah memahami logika dan risiko yang terlibat.

Kondisi Saat Ini Renminbi 2026: Setelah Menembus 7.0, Pola Baru

Sepanjang tahun 2025, nilai tukar USD terhadap Renminbi berfluktuasi dalam kisaran 6.95 hingga 7.35, dengan apresiasi sekitar 4% secara keseluruhan. Memasuki awal 2026, performa Renminbi semakin kuat. Terutama setelah Federal Reserve memulai siklus pelonggaran moneter baru, indeks dolar (DXY) turun dari puncaknya di 109 ke kisaran 98.2 hingga 98.8, menciptakan lingkungan eksternal yang mendukung penguatan Renminbi.

Hingga pertengahan Februari, Renminbi lepas (CNH) stabil di sekitar 6.96, menandakan bahwa tren penurunan dari paruh kedua 2025 telah benar-benar terbalik. Perlu dicatat bahwa level 6.9 telah menjadi dasar yang kuat bagi Renminbi, dan kemungkinan besar dalam waktu dekat tidak akan kembali melemah menembus 7.1. Pasar sedang mencari titik keseimbangan baru di antara 6.90 dan 7.00, menciptakan lingkungan trading yang relatif stabil bagi investor yang ingin mengonversi ke dolar.

Alasan Terbaik untuk Menukar Renminbi ke Dolar Sekarang

Alasan pertama: Siklus penguatan Renminbi telah dipastikan

Secara makro, nilai tukar Renminbi kemungkinan berada di titik balik siklus. Siklus depresiasi sejak 2022 telah berakhir, dan tren penguatan jangka menengah hingga panjang sedang dimulai. Artinya, jika menukar Renminbi ke dolar saat ini, investor melakukan alokasi dolar di level yang relatif rendah. Dengan penguatan Renminbi yang berkelanjutan, jumlah dolar yang didapatkan dari konversi akan berkurang secara relatif, tetapi daya beli dolar secara global tetap stabil, menjadikan ini waktu yang relatif menguntungkan.

Alasan kedua: Hubungan perdagangan China-AS semakin stabil

Awal 2026, negosiasi perdagangan China-AS menunjukkan kemajuan baru. AS akan menurunkan tarif terkait obat-obatan sintetis dari 20% menjadi 10%, dan menangguhkan pembatasan ekspor bahan bakar tanah jarang. Meski keseimbangan ini masih rapuh, perbaikan hubungan kedua negara dalam jangka pendek mengurangi ketidakpastian pasar dan menurunkan risiko penurunan nilai tukar Renminbi. Ini menciptakan lingkungan yang lebih dapat diprediksi untuk konversi ke dolar.

Alasan ketiga: Indeks dolar dalam posisi lemah

Indeks dolar sempat turun ke 98 pada paruh pertama 2025, kemudian rebound ke atas 100 pada November. Namun, memasuki 2026, dengan kebijakan pelonggaran Fed, indeks dolar kembali melemah. Pola struktural ini diperkirakan akan berlanjut di 2026, artinya dolar tidak akan menguat secara berlebihan, sehingga risiko penguatan besar terhadap dolar saat menukar Renminbi ke dolar dapat diminimalkan.

Empat Faktor Kunci yang Mempengaruhi Tren Nilai Tukar Renminbi terhadap Dolar

1. Indeks dolar dan kebijakan Federal Reserve

Pergerakan dolar langsung menentukan arah nilai tukar Renminbi terhadap dolar. Pada 2026, pasar memperkirakan Fed masih akan menurunkan suku bunga sebanyak 2-3 kali. Dengan pasar tenaga kerja yang semakin seimbang, fokus Fed beralih dari mengendalikan inflasi ke mencegah perlambatan ekonomi yang keras. Kebijakan ini mengurangi daya tarik hasil obligasi AS, mendorong modal kembali ke pasar negara berkembang, dan mendukung penguatan Renminbi.

Perbandingan sejarah: Pada 2017, ekonomi zona euro pulih kuat, ECB memberi sinyal pengurangan stimulus, dan euro menguat. Indeks dolar jatuh sekitar 15% sepanjang tahun. Saat itu, dolar AS terhadap Renminbi juga melemah, menunjukkan korelasi tinggi antara keduanya.

2. Perkembangan negosiasi perdagangan China-AS

Perbaikan substantif hubungan perdagangan China-AS adalah faktor eksternal utama yang belum pasti berlanjut. Jika kondisi saat ini dipertahankan, nilai tukar Renminbi cenderung stabil; jika ketegangan meningkat, pasar akan kembali tertekan. Dampak positif jangka pendek sudah terlihat, tetapi perlu terus dipantau.

3. Kebijakan moneter Bank Sentral China (PBOC)

Kebijakan moneter China cenderung longgar untuk mendukung pemulihan ekonomi. PBOC mungkin menurunkan suku bunga atau rasio cadangan wajib untuk menambah likuiditas. Meski ini berpotensi melemahkan Renminbi dalam jangka pendek, jika kebijakan pelonggaran ini diikuti oleh stimulus fiskal yang kuat dan stabilitas ekonomi, dalam jangka panjang akan mendukung penguatan Renminbi. Ini adalah faktor kontradiktif jangka pendek dan panjang, tetapi secara keseluruhan, prospek pertumbuhan ekonomi stabil di 2026 mendukung penguatan.

4. Ketahanan ekspor China dan arus masuk modal asing

Pertumbuhan ekspor China tetap tangguh, dan arus masuk modal asing ke aset Renminbi mulai pulih. Kedua faktor ini mendorong penguatan Renminbi. Ketika ekonomi China stabil dan tumbuh, permintaan terhadap Renminbi meningkat, memperkuat nilai tukar.

Prediksi Nilai Tukar Renminbi 2026 dan Peluang Investasi

Berdasarkan analisis bank investasi internasional, tren Renminbi didukung oleh tiga faktor utama:

Faktor pendukung pertama: Ketahanan ekspor China yang berkelanjutan

Pada 2025, ekspor China tetap tangguh meski menghadapi ketidakpastian global. Ketahanan ini memberi dukungan kuat bagi Renminbi.

Faktor pendukung kedua: Arus masuk modal asing ke aset Renminbi

Seiring kebijakan pertumbuhan ekonomi yang stabil, minat investor asing terhadap aset Renminbi meningkat. Hal ini secara langsung meningkatkan permintaan terhadap Renminbi.

Faktor pendukung ketiga: Struktur lemah dolar

Tren de-dolarisasi global dan kebijakan dovish Fed mengimbangi potensi rebound dolar jangka pendek. Pola struktur dolar yang lemah ini diperkirakan akan berlanjut di 2026.

Berdasarkan faktor-faktor ini, Deutsche Bank memperkirakan bahwa Renminbi akan memulai siklus penguatan jangka panjang, dengan prediksi 2026 mencapai 6.7 terhadap dolar. Goldman Sachs bahkan lebih optimis, menargetkan 6.85. Dari level saat ini sekitar 6.96, Renminbi berpotensi menguat ke kisaran 6.70–6.85. Bagi investor yang menukar Renminbi ke dolar, ini berarti membeli dolar di level relatif tinggi, sehingga memiliki nilai perlindungan terhadap depresiasi.

Tiga Variabel Penting yang Perlu Diperhatikan Investor

Variabel pertama: Potensi penurunan indeks dolar

Perlu memantau apakah ekspektasi penurunan suku bunga Fed di 2026 akan melemahkan dolar lebih jauh, dan seberapa besar ruang penurunan indeks dolar. Jika penurunan suku bunga lebih besar dari perkiraan, dolar bisa melemah lebih jauh, mendukung penguatan Renminbi.

Variabel kedua: Sinyal kebijakan resmi terkait nilai tukar

Pengawasan terhadap sinyal regulator yang mungkin menahan penguatan cepat di level 6.9 melalui intervensi atau pengaturan tengah harga akan mempengaruhi kecepatan penguatan Renminbi. Jika pemerintah ingin mengendalikan laju penguatan, nilai tukar bisa stabil di sekitar 6.9.

Variabel ketiga: Efektivitas kebijakan pertumbuhan stabil China

Kebijakan pertumbuhan stabil China di 2026 akan langsung mempengaruhi dasar jangka panjang nilai tukar Renminbi. Jika kebijakan ini berhasil, Renminbi akan mendapatkan dukungan lebih kuat; jika tidak, risiko penurunan lebih besar.

Cara Menentukan Waktu Terbaik Menukar Renminbi ke Dolar

Sebagai investor, Anda dapat menggunakan empat indikator berikut untuk menilai tren nilai tukar dan menentukan waktu terbaik menukar Renminbi ke dolar:

1. Pantau kebijakan moneter PBOC

Kebijakan longgar (penurunan suku bunga atau rasio cadangan) cenderung melemahkan Renminbi, sedangkan kebijakan ketat (peningkatan suku bunga atau rasio cadangan) menguatkan. Contoh: sejak November 2014, PBOC melonggarkan dengan menurunkan suku bunga enam kali, menyebabkan dolar AS terhadap Renminbi dari 6 naik mendekati 7.4.

2. Perhatikan data ekonomi China

Pertumbuhan ekonomi yang stabil menarik masuk modal asing dan menguatkan Renminbi. Data penting meliputi:

  • GDP
  • PMI
  • CPI
  • Investasi aset tetap

3. Amati tren dolar dan kebijakan Fed

Dolar yang melemah memberi peluang menukar ke dolar dengan risiko lebih kecil. Kebijakan Fed dan ECB adalah indikator utama.

4. Pahami sinyal kebijakan resmi

Sejak 2017, pengaturan nilai tengah Renminbi yang lebih fleksibel dan pengumuman kebijakan positif dari otoritas biasanya menandai potensi penguatan.

Pelajaran dari Sejarah

Pergerakan Renminbi selama lima tahun terakhir menunjukkan pola siklus:

  • 2020: Fluktuasi 6.9–7.0, sempat melemah ke 7.18, lalu menguat ke 6.50, kenaikan sekitar 6%
  • 2021: Stabil di 6.35–6.58, rata-rata 6.45, tetap kuat
  • 2022: Melemah dari 6.35 ke atas 7.25, penurunan sekitar 8%
  • 2023: Fluktuasi 6.83–7.35, rata-rata 7.0, akhir tahun di 7.1
  • 2024: Menguat dari 7.1 ke sekitar 7.3
  • 2025: Mengakhiri tren depresiasi, menguat sekitar 4%

Polanya menunjukkan bahwa siklus nilai tukar Renminbi biasanya berlangsung beberapa tahun. Siklus depresiasi dari 2022 berakhir di 2025, dan siklus penguatan baru baru saja dimulai. Berdasarkan pola historis dan kebijakan, siklus ini bisa berlangsung hingga satu dekade, sehingga 2026 kemungkinan merupakan awal dari tren penguatan jangka panjang.

Perbedaan Renminbi Lepas (CNH) dan Onshore (CNY)

CNH lebih bebas diperdagangkan di pasar internasional dan mencerminkan sentimen global, sehingga volatilitasnya lebih besar dibandingkan CNY yang dikendalikan oleh Bank Sentral China melalui intervensi harian dan pengaturan nilai tengah. Pada 2025, meskipun sempat mengalami fluktuasi besar akibat ketegangan perdagangan dan penguatan dolar, CNH secara umum menunjukkan tren penguatan, bahkan menembus 6.95 di awal 2026, mencapai level tertinggi dalam 14 bulan.

Kesimpulan: Apakah Saat Ini Waktu yang Tepat Menukar Renminbi ke Dolar?

Berdasarkan analisis di atas, saat ini merupakan waktu yang relatif menguntungkan untuk menukar Renminbi ke dolar karena:

  • Siklus penguatan Renminbi sudah dipastikan, dan menukar sekarang berarti membeli dolar di level yang relatif rendah.
  • Indeks dolar dalam posisi lemah secara struktural, mengurangi risiko penguatan besar dolar.
  • Hubungan perdagangan China-AS semakin stabil, mengurangi ketidakpastian.
  • Dari sudut pandang investasi, menukar Renminbi ke dolar adalah bagian dari diversifikasi aset dan perlindungan nilai.

Namun, tetap perlu memperhatikan tiga variabel utama yang dapat mempengaruhi nilai tukar di masa depan: potensi penurunan indeks dolar, sinyal kebijakan resmi terkait nilai tukar, dan efektivitas kebijakan pertumbuhan China. Dengan memahami dan memantau faktor-faktor ini, peluang mendapatkan keuntungan dari pergerakan nilai tukar akan meningkat. Pasar valuta asing adalah arena makro yang terbuka dan transparan, dengan data yang tersedia secara publik dan volume transaksi besar, sehingga relatif adil dan menguntungkan bagi investor yang cerdas.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)