membuka perangkat lunak broker untuk melihat grafik, selain harga pembukaan, tertinggi, dan terendah, yang paling sering dilihat adalah data “inner bid” dan “outer bid”. Tapi apa sebenarnya arti dari kedua istilah ini? Mengapa trader jangka pendek sangat memperhatikan indikator ini? Sebenarnya, di balik inner dan outer bid tersembunyi sebuah logika sederhana namun kuat: siapa yang tergesa-gesa untuk bertransaksi. Mari kita mulai dari nol dan benar-benar pahami indikator psikologi pasar ini.
Logika Inti Inner dan Outer Bid: Siapa yang Memiliki Inisiatif dalam Transaksi?
Untuk memahami inner dan outer bid, pertama-tama harus mengerti dunia order sebelum transaksi di pasar saham.
Sebelum terjadi transaksi resmi, ada dua harga di pasar:
Harga penawaran beli (bid price): harga tertinggi yang bersedia dibayar pembeli
Harga penawaran jual (ask price): harga terendah yang bersedia diterima penjual
Ini seperti proses membeli rumah: pembeli menawar 1.160 yuan, penjual menawar 1.165 yuan. Ada selisih 5 yuan, tinggal menunggu siapa yang mau kompromi duluan.
Transaksi di harga siapa, itu yang punya inisiatif
Inner bid sebenarnya: penjual bersedia kompromi
Ketika transaksi terjadi di “harga penawaran beli”, artinya penjual tergesa-gesa melepas barang, bersedia menjual dengan harga lebih rendah. Transaksi ini dicatat sebagai “inner bid”. Dari sudut psikologi pasar, keaktifan penjual menunjukkan tekanan jual yang besar, ini sinyal bearish.
Contoh: TSMC menaruh order beli di 1160 yuan sebanyak 971 lot, tapi penjual tidak peduli dengan harga 1165 yuan, langsung jual di 1160 yuan sebanyak 50 lot. 50 lot ini adalah inner bid, menandakan penjual sangat tergesa-gesa.
Outer bid sebenarnya: pembeli bersedia kompromi
Sebaliknya, ketika transaksi terjadi di “harga penawaran jual”, artinya pembeli tergesa-gesa membeli, bersedia membayar harga lebih tinggi. Transaksi ini dicatat sebagai “outer bid”. Keaktifan pembeli menunjukkan kekuatan penyerapan, ini sinyal bullish.
Contoh: jika pembeli langsung membeli 30 lot di 1165 yuan (harga penawaran jual), maka 30 lot ini masuk outer bid, menandakan pembeli sangat agresif.
Sederhananya: transaksi di harga rendah = inner bid (penjual tergesa-gesa), transaksi di harga tinggi = outer bid (pembeli tergesa-gesa)
Di balik 5 tingkat harga: kekuatan beli dan jual
Banyak investor setiap hari memperhatikan “5 tingkat harga” tapi tidak tahu maknanya. 5 tingkat ini adalah snapshot dari “pertempuran harga” secara real-time.
Apa itu 5 tingkat harga?
Dibentuk dari order buy dan sell:
Kiri (hijau) 5 tingkat beli: 5 order tertinggi dari pembeli, dari harga tertinggi ke lebih rendah
Buy 1 adalah pembeli paling agresif (harga tertinggi)
Buy 2, 3 harga semakin rendah, menunjukkan kekuatan bertahan
Kanan (merah) 5 tingkat jual: 5 order terendah dari penjual, dari harga terendah ke lebih tinggi
Sell 1 adalah penjual paling agresif (harga terendah)
Sell 2, 3 harga semakin tinggi, menunjukkan urgensi yang berkurang
Contoh: TSMC, buy 1 di 203.5 yuan sebanyak 971 lot (harga tertinggi), sell 1 di 204.0 yuan sebanyak 350 lot (harga terendah). Selisih 0.5 yuan adalah titik tarik menarik antara pembeli dan penjual.
Perhatian saat melihat 5 tingkat
Ingat: 5 tingkat ini hanya menunjukkan order yang tertulis, tidak menjamin transaksi akan terjadi. Pelaku pasar bisa menaruh order besar untuk menakut-nakuti, lalu membatalkan, atau menaruh order besar untuk menarik perhatian. Jadi, saat melihat 5 tingkat, harus dipadukan dengan pengamatan transaksi yang benar-benar terjadi.
Rasio Inner dan Outer Bid: Cara Membaca Nilainya
Ketika membandingkan volume transaksi inner dan outer bid, kita mendapatkan indikator “rasio inner/outer”.
Rumus sederhana
Rasio inner/outer = volume inner ÷ volume outer
> 1: volume inner > outer, artinya penjual lebih tergesa-gesa, menunjukkan sentimen bearish (cenderung turun)
< 1: volume inner < outer, artinya pembeli lebih tergesa-gesa, menunjukkan sentimen bullish (cenderung naik)
= 1: kekuatan beli dan jual seimbang, pasar sedang tidak pasti, perlu menunggu sinyal baru
Strategi interpretasi rasio inner/outer
Outer > inner + harga naik: pembeli dominan, tren naik sehat (dengan volume meningkat)
Inner > outer + harga turun: penjual dominan, tren turun sehat
Outer > inner tapi harga tidak naik malah turun: waspada, bisa jadi “palsu” bullish, pelaku utama menipu dengan order besar untuk menjerat trader ritel
Inner > outer tapi harga tidak turun malah naik: waspada, bisa jadi “palsu” bearish, pelaku utama menipu dengan order besar untuk menakut-nakuti trader
Analisis kasus nyata: mengenali kekuatan bullish dan bearish palsu
Sinyal bullish palsu (fake bullish)
Misalnya: harga sideways, outer bid besar dari luar, tapi order jual di atas terus bertambah, ini tanda perangkap. Pelaku utama mungkin menekan harga dengan order besar di atas, lalu menaruh order jual besar di atas, menarik trader ritel beli di harga tinggi, lalu mereka jual di atas.
Cara mengenali: outer bid besar + order jual besar bertambah + harga stagnan = waspada perangkap
Sinyal bullish asli (true bullish)
Harga perlahan naik, outer bid besar, dan order beli di atas terus menumpuk (buy 1, 2, 3 semakin aktif). Ini menandakan kekuatan nyata dari pembeli, karena:
Transaksi di harga tinggi (outer bid besar)
Order beli bertambah
Harga terus naik
Ini adalah sinyal kekuatan bullish yang valid.
Support dan Resistance berdasarkan inner dan outer bid
Selain rasio, trader pintar menggabungkan dengan area support dan resistance.
Saat harga mendekati support dan inner bid besar
Jika harga turun ke level tertentu dan tidak mau turun lagi, sementara inner bid besar muncul, ini menunjukkan ada pembeli besar yang diam-diam menyerap di level tersebut. Ini menandakan support kuat, peluang untuk masuk posisi long.
Saat harga mendekati resistance dan outer bid besar
Jika harga mendekati level tertentu dan tidak bisa tembus, sementara outer bid besar muncul, ini menunjukkan ada penjual besar yang menahan harga di level tersebut. Ini adalah resistance yang kuat, peluang untuk masuk posisi short.
Strategi trading zona
Beli di support + inner bid besar + harga tidak turun: peluang naik
Jual di resistance + outer bid besar + harga tidak tembus: peluang turun
Ketika harga menembus support atau resistance, biasanya akan terjadi pergerakan besar ke arah tersebut.
Kelebihan dan kekurangan inner dan outer bid
Kelebihan
Cepat tanggap psikologi pasar: indikator real-time yang menunjukkan siapa yang lebih tergesa-gesa
Mudah dipahami: konsep sederhana, cocok untuk pemula
Meningkatkan akurasi analisis: bila dipadukan dengan indikator lain
Kekurangan
Rentan manipulasi: pelaku utama bisa menipu dengan order palsu
Hanya gambaran jangka pendek: tidak bisa prediksi tren jangka panjang
Perlu konfirmasi: harus dipadukan dengan volume, grafik, berita, dan indikator lain agar hasilnya akurat
Saran praktis
Intinya, inner dan outer bid menunjukkan: “siapa yang lebih tergesa-gesa bertransaksi saat ini”. Inner bid besar berarti penjual tergesa-gesa, outer bid besar berarti pembeli tergesa-gesa. Logika ini menyimpan psikologi pasar yang dalam.
Namun, ingat: tidak ada indikator tunggal yang bisa memprediksi pasar secara pasti. Inner dan outer bid hanyalah salah satu alat di kotak alat analisis teknikal. Harus dipakai bersama indikator lain:
Perhatikan order book untuk melihat jebakan
Perhatikan volume transaksi untuk mengukur kekuatan nyata
Perhatikan support/resistance dan pola grafik
Perhatikan berita dan fundamental
Dengan disiplin dan analisis lengkap, Anda bisa mendapatkan keuntungan jangka panjang. Latihan di akun demo dan uji coba berbagai kondisi pasar sangat dianjurkan untuk menemukan strategi terbaik sesuai gaya trading Anda.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
"内盘 vs 外盘" sebenarnya membahas apa? Artikel ini menjelaskan arti sebenarnya dari melihat pasar saham
membuka perangkat lunak broker untuk melihat grafik, selain harga pembukaan, tertinggi, dan terendah, yang paling sering dilihat adalah data “inner bid” dan “outer bid”. Tapi apa sebenarnya arti dari kedua istilah ini? Mengapa trader jangka pendek sangat memperhatikan indikator ini? Sebenarnya, di balik inner dan outer bid tersembunyi sebuah logika sederhana namun kuat: siapa yang tergesa-gesa untuk bertransaksi. Mari kita mulai dari nol dan benar-benar pahami indikator psikologi pasar ini.
Logika Inti Inner dan Outer Bid: Siapa yang Memiliki Inisiatif dalam Transaksi?
Untuk memahami inner dan outer bid, pertama-tama harus mengerti dunia order sebelum transaksi di pasar saham.
Sebelum terjadi transaksi resmi, ada dua harga di pasar:
Ini seperti proses membeli rumah: pembeli menawar 1.160 yuan, penjual menawar 1.165 yuan. Ada selisih 5 yuan, tinggal menunggu siapa yang mau kompromi duluan.
Transaksi di harga siapa, itu yang punya inisiatif
Inner bid sebenarnya: penjual bersedia kompromi
Ketika transaksi terjadi di “harga penawaran beli”, artinya penjual tergesa-gesa melepas barang, bersedia menjual dengan harga lebih rendah. Transaksi ini dicatat sebagai “inner bid”. Dari sudut psikologi pasar, keaktifan penjual menunjukkan tekanan jual yang besar, ini sinyal bearish.
Contoh: TSMC menaruh order beli di 1160 yuan sebanyak 971 lot, tapi penjual tidak peduli dengan harga 1165 yuan, langsung jual di 1160 yuan sebanyak 50 lot. 50 lot ini adalah inner bid, menandakan penjual sangat tergesa-gesa.
Outer bid sebenarnya: pembeli bersedia kompromi
Sebaliknya, ketika transaksi terjadi di “harga penawaran jual”, artinya pembeli tergesa-gesa membeli, bersedia membayar harga lebih tinggi. Transaksi ini dicatat sebagai “outer bid”. Keaktifan pembeli menunjukkan kekuatan penyerapan, ini sinyal bullish.
Contoh: jika pembeli langsung membeli 30 lot di 1165 yuan (harga penawaran jual), maka 30 lot ini masuk outer bid, menandakan pembeli sangat agresif.
Sederhananya: transaksi di harga rendah = inner bid (penjual tergesa-gesa), transaksi di harga tinggi = outer bid (pembeli tergesa-gesa)
Di balik 5 tingkat harga: kekuatan beli dan jual
Banyak investor setiap hari memperhatikan “5 tingkat harga” tapi tidak tahu maknanya. 5 tingkat ini adalah snapshot dari “pertempuran harga” secara real-time.
Apa itu 5 tingkat harga?
Dibentuk dari order buy dan sell:
Kiri (hijau) 5 tingkat beli: 5 order tertinggi dari pembeli, dari harga tertinggi ke lebih rendah
Kanan (merah) 5 tingkat jual: 5 order terendah dari penjual, dari harga terendah ke lebih tinggi
Contoh: TSMC, buy 1 di 203.5 yuan sebanyak 971 lot (harga tertinggi), sell 1 di 204.0 yuan sebanyak 350 lot (harga terendah). Selisih 0.5 yuan adalah titik tarik menarik antara pembeli dan penjual.
Perhatian saat melihat 5 tingkat
Ingat: 5 tingkat ini hanya menunjukkan order yang tertulis, tidak menjamin transaksi akan terjadi. Pelaku pasar bisa menaruh order besar untuk menakut-nakuti, lalu membatalkan, atau menaruh order besar untuk menarik perhatian. Jadi, saat melihat 5 tingkat, harus dipadukan dengan pengamatan transaksi yang benar-benar terjadi.
Rasio Inner dan Outer Bid: Cara Membaca Nilainya
Ketika membandingkan volume transaksi inner dan outer bid, kita mendapatkan indikator “rasio inner/outer”.
Rumus sederhana
Rasio inner/outer = volume inner ÷ volume outer
Strategi interpretasi rasio inner/outer
Analisis kasus nyata: mengenali kekuatan bullish dan bearish palsu
Sinyal bullish palsu (fake bullish)
Misalnya: harga sideways, outer bid besar dari luar, tapi order jual di atas terus bertambah, ini tanda perangkap. Pelaku utama mungkin menekan harga dengan order besar di atas, lalu menaruh order jual besar di atas, menarik trader ritel beli di harga tinggi, lalu mereka jual di atas.
Cara mengenali: outer bid besar + order jual besar bertambah + harga stagnan = waspada perangkap
Sinyal bullish asli (true bullish)
Harga perlahan naik, outer bid besar, dan order beli di atas terus menumpuk (buy 1, 2, 3 semakin aktif). Ini menandakan kekuatan nyata dari pembeli, karena:
Ini adalah sinyal kekuatan bullish yang valid.
Support dan Resistance berdasarkan inner dan outer bid
Selain rasio, trader pintar menggabungkan dengan area support dan resistance.
Saat harga mendekati support dan inner bid besar
Jika harga turun ke level tertentu dan tidak mau turun lagi, sementara inner bid besar muncul, ini menunjukkan ada pembeli besar yang diam-diam menyerap di level tersebut. Ini menandakan support kuat, peluang untuk masuk posisi long.
Saat harga mendekati resistance dan outer bid besar
Jika harga mendekati level tertentu dan tidak bisa tembus, sementara outer bid besar muncul, ini menunjukkan ada penjual besar yang menahan harga di level tersebut. Ini adalah resistance yang kuat, peluang untuk masuk posisi short.
Strategi trading zona
Ketika harga menembus support atau resistance, biasanya akan terjadi pergerakan besar ke arah tersebut.
Kelebihan dan kekurangan inner dan outer bid
Kelebihan
Kekurangan
Saran praktis
Intinya, inner dan outer bid menunjukkan: “siapa yang lebih tergesa-gesa bertransaksi saat ini”. Inner bid besar berarti penjual tergesa-gesa, outer bid besar berarti pembeli tergesa-gesa. Logika ini menyimpan psikologi pasar yang dalam.
Namun, ingat: tidak ada indikator tunggal yang bisa memprediksi pasar secara pasti. Inner dan outer bid hanyalah salah satu alat di kotak alat analisis teknikal. Harus dipakai bersama indikator lain:
Dengan disiplin dan analisis lengkap, Anda bisa mendapatkan keuntungan jangka panjang. Latihan di akun demo dan uji coba berbagai kondisi pasar sangat dianjurkan untuk menemukan strategi terbaik sesuai gaya trading Anda.