Belakangan ini, berbagai faktor kompleks mempengaruhi prospek harga perak. Tiga faktor utama yang menentukan arah pasar perak adalah kemajuan negosiasi perdamaian Rusia-Ukraina, regulasi ekspor perak dari China, dan prospek penurunan suku bunga oleh Federal Reserve AS. Terutama, regulasi baru dari China yang mulai berlaku sejak awal 2026 dan perubahan kebijakan moneter Federal Reserve AS telah memberikan dampak signifikan terhadap harga perak.
Volatilitas Harga Perak sebagai Aset Aman: Penyesuaian Seiring Kemajuan Negosiasi Perdamaian
Pada sesi perdagangan Asia minggu lalu, harga perak (XAG/USD) mengalami koreksi sementara. Penurunan dari puncaknya di 84,03 dolar menjadi 75,00 dolar terjadi seiring dengan kemajuan negosiasi perdamaian Rusia-Ukraina. Khususnya, setelah Presiden Trump dan Presiden Zelensky dari Ukraina mengadakan pertemuan di Florida dan mengumumkan bahwa perjanjian damai hampir tercapai, ekspektasi pasar bahwa risiko geopolitik akan berkurang mulai terbentuk.
Ini berkaitan erat dengan peran perak sebagai aset aman tradisional. Ketika negosiasi perdamaian berkembang dan kemungkinan penyelesaian konflik internasional meningkat, investor merasa tidak perlu lagi bergantung pada aset aman. Akibatnya, permintaan terhadap logam mulia seperti perak secara temporer menurun. Namun, masih ada masalah yang belum terselesaikan seperti isu pengalihan wilayah dan rencana pengelolaan pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia, yang menunjukkan bahwa risiko geopolitik belum sepenuhnya hilang.
Regulasi Ekspor Perak dari China: Sinyal Ketatnya Pasokan Global
Regulasi ekspor perak dari China yang mulai berlaku sejak awal 2026 membawa variabel baru ke pasar perak global. Kebijakan pemerintah China yang membatasi penjualan perak ke luar negeri oleh perusahaan kecil dan hanya mengizinkan perusahaan besar yang memiliki lisensi resmi dari pemerintah untuk mengekspor, menciptakan ketegangan dalam rantai pasok internasional.
Makna dari regulasi ini cukup signifikan. China adalah salah satu negara penghasil perak terbesar di dunia, dan perubahan kebijakan ekspor di wilayah ini langsung mempengaruhi pasokan dan permintaan di pasar global. Jika regulasi ekspor semakin diperketat, kemungkinan besar pasokan perak global akan berkurang secara nyata, yang dapat menekan harga perak dalam jangka menengah hingga panjang. Selain itu, karena regulasi ini membatasi hanya pada perusahaan kecil, hambatan masuk pasar akan meningkat dan ketidakseimbangan pasokan-permintaan di pasar global dapat semakin memburuk.
Dampak Ekspektasi Penurunan Suku Bunga terhadap Pasar Perak
Prospek penurunan suku bunga oleh Federal Reserve AS pada 2026 juga merupakan faktor penting dalam prospek harga perak. Menurut alat CME FedWatch, peluang Federal Reserve melakukan pemotongan suku bunga minimal 50 basis poin (bp) mencapai 73,3%, sesuai ekspektasi pasar.
Jika suku bunga memang turun, daya tarik aset dolar akan berkurang secara relatif. Penurunan imbal hasil dari suku bunga akan mendorong investor beralih ke aset alternatif seperti emas dan perak. Terutama, karena perak banyak digunakan dalam industri, penurunan suku bunga yang mendorong pertumbuhan ekonomi dapat meningkatkan permintaan industri dan investasi secara bersamaan. Namun, berdasarkan proyeksi dot plot Federal Reserve, tingkat suku bunga dana federal pada akhir 2026 diperkirakan tetap di sekitar 3,4%, sehingga penurunan suku bunga secara nyata mungkin hanya terjadi sekali dan tidak berkelanjutan.
Prospek Harga Perak: Faktor Kunci Volatilitas Mendatang
Ketiga faktor yang telah disebutkan tersebut secara bersamaan menciptakan ketidakpastian dalam prospek harga perak. Dalam jangka pendek, ketegangan geopolitik yang mereda dan penurunan permintaan aset aman dapat menjadi faktor penekan harga. Namun, jika regulasi pasokan dari China dan penurunan suku bunga Federal Reserve terwujud, psikologi investasi dan permintaan industri terhadap perak berpotensi kembali meningkat secara bersamaan.
Terutama dalam fase penurunan suku bunga, peningkatan permintaan industri karena stimulus ekonomi dapat mendorong harga perak naik kembali dalam jangka menengah. Dalam beberapa bulan ke depan, hasil akhir dari negosiasi perdamaian, dampak nyata dari kebijakan China, dan keputusan suku bunga Federal Reserve akan menjadi tiga variabel utama yang menentukan harga perak.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Perkiraan Harga Emas Awal 2026: Variabel Geopolitik dan Perubahan Kebijakan Berinteraksi
Belakangan ini, berbagai faktor kompleks mempengaruhi prospek harga perak. Tiga faktor utama yang menentukan arah pasar perak adalah kemajuan negosiasi perdamaian Rusia-Ukraina, regulasi ekspor perak dari China, dan prospek penurunan suku bunga oleh Federal Reserve AS. Terutama, regulasi baru dari China yang mulai berlaku sejak awal 2026 dan perubahan kebijakan moneter Federal Reserve AS telah memberikan dampak signifikan terhadap harga perak.
Volatilitas Harga Perak sebagai Aset Aman: Penyesuaian Seiring Kemajuan Negosiasi Perdamaian
Pada sesi perdagangan Asia minggu lalu, harga perak (XAG/USD) mengalami koreksi sementara. Penurunan dari puncaknya di 84,03 dolar menjadi 75,00 dolar terjadi seiring dengan kemajuan negosiasi perdamaian Rusia-Ukraina. Khususnya, setelah Presiden Trump dan Presiden Zelensky dari Ukraina mengadakan pertemuan di Florida dan mengumumkan bahwa perjanjian damai hampir tercapai, ekspektasi pasar bahwa risiko geopolitik akan berkurang mulai terbentuk.
Ini berkaitan erat dengan peran perak sebagai aset aman tradisional. Ketika negosiasi perdamaian berkembang dan kemungkinan penyelesaian konflik internasional meningkat, investor merasa tidak perlu lagi bergantung pada aset aman. Akibatnya, permintaan terhadap logam mulia seperti perak secara temporer menurun. Namun, masih ada masalah yang belum terselesaikan seperti isu pengalihan wilayah dan rencana pengelolaan pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia, yang menunjukkan bahwa risiko geopolitik belum sepenuhnya hilang.
Regulasi Ekspor Perak dari China: Sinyal Ketatnya Pasokan Global
Regulasi ekspor perak dari China yang mulai berlaku sejak awal 2026 membawa variabel baru ke pasar perak global. Kebijakan pemerintah China yang membatasi penjualan perak ke luar negeri oleh perusahaan kecil dan hanya mengizinkan perusahaan besar yang memiliki lisensi resmi dari pemerintah untuk mengekspor, menciptakan ketegangan dalam rantai pasok internasional.
Makna dari regulasi ini cukup signifikan. China adalah salah satu negara penghasil perak terbesar di dunia, dan perubahan kebijakan ekspor di wilayah ini langsung mempengaruhi pasokan dan permintaan di pasar global. Jika regulasi ekspor semakin diperketat, kemungkinan besar pasokan perak global akan berkurang secara nyata, yang dapat menekan harga perak dalam jangka menengah hingga panjang. Selain itu, karena regulasi ini membatasi hanya pada perusahaan kecil, hambatan masuk pasar akan meningkat dan ketidakseimbangan pasokan-permintaan di pasar global dapat semakin memburuk.
Dampak Ekspektasi Penurunan Suku Bunga terhadap Pasar Perak
Prospek penurunan suku bunga oleh Federal Reserve AS pada 2026 juga merupakan faktor penting dalam prospek harga perak. Menurut alat CME FedWatch, peluang Federal Reserve melakukan pemotongan suku bunga minimal 50 basis poin (bp) mencapai 73,3%, sesuai ekspektasi pasar.
Jika suku bunga memang turun, daya tarik aset dolar akan berkurang secara relatif. Penurunan imbal hasil dari suku bunga akan mendorong investor beralih ke aset alternatif seperti emas dan perak. Terutama, karena perak banyak digunakan dalam industri, penurunan suku bunga yang mendorong pertumbuhan ekonomi dapat meningkatkan permintaan industri dan investasi secara bersamaan. Namun, berdasarkan proyeksi dot plot Federal Reserve, tingkat suku bunga dana federal pada akhir 2026 diperkirakan tetap di sekitar 3,4%, sehingga penurunan suku bunga secara nyata mungkin hanya terjadi sekali dan tidak berkelanjutan.
Prospek Harga Perak: Faktor Kunci Volatilitas Mendatang
Ketiga faktor yang telah disebutkan tersebut secara bersamaan menciptakan ketidakpastian dalam prospek harga perak. Dalam jangka pendek, ketegangan geopolitik yang mereda dan penurunan permintaan aset aman dapat menjadi faktor penekan harga. Namun, jika regulasi pasokan dari China dan penurunan suku bunga Federal Reserve terwujud, psikologi investasi dan permintaan industri terhadap perak berpotensi kembali meningkat secara bersamaan.
Terutama dalam fase penurunan suku bunga, peningkatan permintaan industri karena stimulus ekonomi dapat mendorong harga perak naik kembali dalam jangka menengah. Dalam beberapa bulan ke depan, hasil akhir dari negosiasi perdamaian, dampak nyata dari kebijakan China, dan keputusan suku bunga Federal Reserve akan menjadi tiga variabel utama yang menentukan harga perak.