Ekonomi Amerika Serikat menunjukkan kekuatan yang tak terduga dengan data ketenagakerjaan Januari yang sepenuhnya membantah prediksi bearish. Pasar mengharapkan laporan pekerjaan yang lemah mengikuti komentar hati-hati dari Kevin Hassett, tetapi kenyataannya terbukti sangat berbeda dari ekspektasi umum.
Pengangguran menurun: pasar salah prediksi
Tingkat pengangguran turun menjadi 4,3%, melampaui estimasi konsensus yang tetap di 4,4%. Data ini merupakan sinyal jelas dari ketahanan ekonomi AS di saat banyak analis memperkirakan pendinginan lapangan kerja. Angka ini bahkan lebih berarti mengingat Januari secara tradisional memiliki volatilitas data ketenagakerjaan, namun ekonomi tetap menunjukkan kekuatan.
Sektor swasta mempercepat: 172 ribu lapangan kerja baru
Data paling mengesankan terkait penciptaan lapangan kerja di sektor swasta, yang mencatat penambahan 172.000 pekerjaan di Januari, level tertinggi dalam setahun. Secara keseluruhan, ekonomi AS menghasilkan 130.000 pekerjaan baru, tertinggi sejak April 2025. Dinamika ketenagakerjaan ini mencerminkan permintaan tenaga kerja yang tetap kuat meskipun menghadapi tantangan makroekonomi global.
Implikasi terhadap kebijakan moneter: pemotongan suku bunga terancam
Besarnya data ketenagakerjaan positif ini memiliki konsekuensi langsung terhadap prospek Federal Reserve. Pasar mulai memperhitungkan pelonggaran moneter yang signifikan pada bulan Maret, tetapi laporan pekerjaan ini secara substansial mengubah prediksi tersebut. Dengan ekonomi yang terus menambah lapangan kerja jauh di atas tren biasa, sudah tidak mungkin bagi pejabat bank sentral untuk melakukan penurunan suku bunga dalam waktu dekat.
Ketenagakerjaan yang kuat di awal Januari menunjukkan bahwa ekonomi AS tetap memiliki momentum inflasi, sehingga semakin sulit untuk menerapkan kebijakan pelonggaran kredit. Keseimbangan antara pertumbuhan lapangan kerja dan stabilitas harga tetap menjadi faktor utama yang akan memandu keputusan berikutnya dari Fed.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Kejutan dalam data Amerika: ekonomi Amerika Serikat melambat lebih dari yang diperkirakan
Ekonomi Amerika Serikat menunjukkan kekuatan yang tak terduga dengan data ketenagakerjaan Januari yang sepenuhnya membantah prediksi bearish. Pasar mengharapkan laporan pekerjaan yang lemah mengikuti komentar hati-hati dari Kevin Hassett, tetapi kenyataannya terbukti sangat berbeda dari ekspektasi umum.
Pengangguran menurun: pasar salah prediksi
Tingkat pengangguran turun menjadi 4,3%, melampaui estimasi konsensus yang tetap di 4,4%. Data ini merupakan sinyal jelas dari ketahanan ekonomi AS di saat banyak analis memperkirakan pendinginan lapangan kerja. Angka ini bahkan lebih berarti mengingat Januari secara tradisional memiliki volatilitas data ketenagakerjaan, namun ekonomi tetap menunjukkan kekuatan.
Sektor swasta mempercepat: 172 ribu lapangan kerja baru
Data paling mengesankan terkait penciptaan lapangan kerja di sektor swasta, yang mencatat penambahan 172.000 pekerjaan di Januari, level tertinggi dalam setahun. Secara keseluruhan, ekonomi AS menghasilkan 130.000 pekerjaan baru, tertinggi sejak April 2025. Dinamika ketenagakerjaan ini mencerminkan permintaan tenaga kerja yang tetap kuat meskipun menghadapi tantangan makroekonomi global.
Implikasi terhadap kebijakan moneter: pemotongan suku bunga terancam
Besarnya data ketenagakerjaan positif ini memiliki konsekuensi langsung terhadap prospek Federal Reserve. Pasar mulai memperhitungkan pelonggaran moneter yang signifikan pada bulan Maret, tetapi laporan pekerjaan ini secara substansial mengubah prediksi tersebut. Dengan ekonomi yang terus menambah lapangan kerja jauh di atas tren biasa, sudah tidak mungkin bagi pejabat bank sentral untuk melakukan penurunan suku bunga dalam waktu dekat.
Ketenagakerjaan yang kuat di awal Januari menunjukkan bahwa ekonomi AS tetap memiliki momentum inflasi, sehingga semakin sulit untuk menerapkan kebijakan pelonggaran kredit. Keseimbangan antara pertumbuhan lapangan kerja dan stabilitas harga tetap menjadi faktor utama yang akan memandu keputusan berikutnya dari Fed.