Dalam pasar saat ini, emas tidak hanya melonjak naik tetapi juga mencatat rekor baru sebanyak 40 kali dalam tahun 2568 hanya dalam satu tahun. Level harga saat ini di 4.181 dolar per ons (tanggal 20 Oktober) Mengatakan satu hal: Mengapa emas naik Ada jawaban yang jelas dan sistematis
Mengapa emas naik: 5 faktor yang mendorong harga terus meningkat
1. Perang dagang secara umum antara kekuatan besar
Ketegangan antara AS dan China semakin meningkat. Data terbaru menunjukkan bahwa AS berencana menaikkan tarif impor sebesar 100%, yang menyebabkan investor besar menyesuaikan portofolio mereka. Perpindahan ke emas sebagai aset perlindungan (Safe Haven) adalah respons alami pasar
2. Bank sentral membeli secara gila-gilaan
Alasan utama mengapa emas naik sebagian besar berasal dari pembelian bersih oleh bank sentral di seluruh dunia. Data menunjukkan bahwa lembaga-lembaga ini telah membeli lebih dari 1.000 ton emas per tahun selama 3 tahun berturut-turut. Gerakan de-dollarization (De-dollarization) setelah kejadian penyitaan aset Rusia tahun 2022 menjadi pendorong utama
3. Suku bunga menurun sehingga biaya atau peluang kehilangan berkurang
Ketika Federal Reserve AS memulai siklus penurunan suku bunga, kepemilikan emas yang tidak memberikan hasil menjadi semakin menarik. Dolar melemah, membuat emas dalam mata uang lain tampak lebih murah
4. Kelompok BRICS menantang dolar
Pembicaraan tentang mata uang digital yang didukung emas oleh kelompok BRICS adalah sinyal bahwa dunia berbalik dari ketergantungan tunggal pada dolar. Instrumen ini, jika benar-benar terjadi, akan meningkatkan permintaan emas secara besar-besaran
5. Kepercayaan investor
Kenaikan emas dari level 3.000 dolar ke 4.000 dolar dalam waktu hanya 7 bulan, dibandingkan dengan 14 bulan dari 2.000 ke 3.000 dolar, mencerminkan bahwa kekuatan beli meningkat secara besar-besaran. Ini adalah permainan FOMO (Fear Of Missing Out) yang dipadukan dengan perhitungan fundamental yang kuat
Prediksi institusi keuangan utama dunia tentang target masa depan
Goldman Sachs menyesuaikan target tertinggi menjadi 4.900 dolar per ons pada akhir tahun 2569 (naik dari target sebelumnya 4.300 dolar) dengan alasan bahwa kekuatan beli dari bank sentral tetap kuat
UBS sebelumnya memprediksi 3.500 dolar pada Desember 2568, tetapi sekarang harga sudah melewati target tersebut. Lembaga ini menegaskan hanya satu kata: “Fenomena akumulasi emas oleh bank sentral yang belum pernah terjadi sebelumnya”
Untuk pasar Indonesia, jika dihitung kembali, level harga 75.000-80.000 rupiah per gram emas bukanlah target yang jauh dari jangkauan
Risiko yang harus diwaspadai: hal-hal yang mungkin tak terhindarkan
Negosiasi perdagangan yang positif: Jika AS dan China berhasil mencapai kesepakatan, emas bisa langsung turun
Pengambilan keuntungan secara besar-besaran: Setelah naik selama 8 minggu berturut-turut, investor mungkin mulai keluar untuk mengamankan keuntungan
Penguatan dolar: Jika ekonomi AS lebih kuat dari perkiraan, emas akan tertarik turun
Suku bunga tetap tinggi: Jika Fed harus mempertahankan suku bunga di level tinggi karena inflasi yang tidak mau turun, ini akan menjadi hambatan bagi emas
Strategi trading 3 tipe untuk saat ini
Buy the Dip: Tunggu harga turun ke support di 3.859 dolar atau 3.782 dolar, lalu masuk posisi beli. Pasang stop loss di 3.750 dolar, target di 4.113 dolar
Breakout Retest: Tunggu harga kembali menguji resistance di 4.000 dolar yang sudah ditembus. Jika menembus ke atas, itu adalah sinyal masuk
Fibonacci Retracement: Tarik garis dari 3.500 dolar (rendah) ke 4.059 dolar (tinggi), cari titik beli di level 38.2% atau 61.8%
Kesimpulan
Emas tidak naik secara kebetulan. Ada banyak lapisan dan faktor yang mendorong, mulai dari ekonomi global hingga pengelolaan uang. Mereka yang memahami mengapa emas naik akan mampu membuat keputusan investasi yang lebih baik. Tapi ingat: emas sangat volatil, pasar bisa berbalik atau koreksi kapan saja. Mengatur timing dan manajemen risiko adalah kunci dalam trading
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Mengapa harga emas naik? 5 alasan yang membuat emas menembus $4.000
Dalam pasar saat ini, emas tidak hanya melonjak naik tetapi juga mencatat rekor baru sebanyak 40 kali dalam tahun 2568 hanya dalam satu tahun. Level harga saat ini di 4.181 dolar per ons (tanggal 20 Oktober) Mengatakan satu hal: Mengapa emas naik Ada jawaban yang jelas dan sistematis
Mengapa emas naik: 5 faktor yang mendorong harga terus meningkat
1. Perang dagang secara umum antara kekuatan besar
Ketegangan antara AS dan China semakin meningkat. Data terbaru menunjukkan bahwa AS berencana menaikkan tarif impor sebesar 100%, yang menyebabkan investor besar menyesuaikan portofolio mereka. Perpindahan ke emas sebagai aset perlindungan (Safe Haven) adalah respons alami pasar
2. Bank sentral membeli secara gila-gilaan
Alasan utama mengapa emas naik sebagian besar berasal dari pembelian bersih oleh bank sentral di seluruh dunia. Data menunjukkan bahwa lembaga-lembaga ini telah membeli lebih dari 1.000 ton emas per tahun selama 3 tahun berturut-turut. Gerakan de-dollarization (De-dollarization) setelah kejadian penyitaan aset Rusia tahun 2022 menjadi pendorong utama
3. Suku bunga menurun sehingga biaya atau peluang kehilangan berkurang
Ketika Federal Reserve AS memulai siklus penurunan suku bunga, kepemilikan emas yang tidak memberikan hasil menjadi semakin menarik. Dolar melemah, membuat emas dalam mata uang lain tampak lebih murah
4. Kelompok BRICS menantang dolar
Pembicaraan tentang mata uang digital yang didukung emas oleh kelompok BRICS adalah sinyal bahwa dunia berbalik dari ketergantungan tunggal pada dolar. Instrumen ini, jika benar-benar terjadi, akan meningkatkan permintaan emas secara besar-besaran
5. Kepercayaan investor
Kenaikan emas dari level 3.000 dolar ke 4.000 dolar dalam waktu hanya 7 bulan, dibandingkan dengan 14 bulan dari 2.000 ke 3.000 dolar, mencerminkan bahwa kekuatan beli meningkat secara besar-besaran. Ini adalah permainan FOMO (Fear Of Missing Out) yang dipadukan dengan perhitungan fundamental yang kuat
Prediksi institusi keuangan utama dunia tentang target masa depan
Goldman Sachs menyesuaikan target tertinggi menjadi 4.900 dolar per ons pada akhir tahun 2569 (naik dari target sebelumnya 4.300 dolar) dengan alasan bahwa kekuatan beli dari bank sentral tetap kuat
UBS sebelumnya memprediksi 3.500 dolar pada Desember 2568, tetapi sekarang harga sudah melewati target tersebut. Lembaga ini menegaskan hanya satu kata: “Fenomena akumulasi emas oleh bank sentral yang belum pernah terjadi sebelumnya”
Untuk pasar Indonesia, jika dihitung kembali, level harga 75.000-80.000 rupiah per gram emas bukanlah target yang jauh dari jangkauan
Risiko yang harus diwaspadai: hal-hal yang mungkin tak terhindarkan
Negosiasi perdagangan yang positif: Jika AS dan China berhasil mencapai kesepakatan, emas bisa langsung turun
Pengambilan keuntungan secara besar-besaran: Setelah naik selama 8 minggu berturut-turut, investor mungkin mulai keluar untuk mengamankan keuntungan
Penguatan dolar: Jika ekonomi AS lebih kuat dari perkiraan, emas akan tertarik turun
Suku bunga tetap tinggi: Jika Fed harus mempertahankan suku bunga di level tinggi karena inflasi yang tidak mau turun, ini akan menjadi hambatan bagi emas
Strategi trading 3 tipe untuk saat ini
Buy the Dip: Tunggu harga turun ke support di 3.859 dolar atau 3.782 dolar, lalu masuk posisi beli. Pasang stop loss di 3.750 dolar, target di 4.113 dolar
Breakout Retest: Tunggu harga kembali menguji resistance di 4.000 dolar yang sudah ditembus. Jika menembus ke atas, itu adalah sinyal masuk
Fibonacci Retracement: Tarik garis dari 3.500 dolar (rendah) ke 4.059 dolar (tinggi), cari titik beli di level 38.2% atau 61.8%
Kesimpulan
Emas tidak naik secara kebetulan. Ada banyak lapisan dan faktor yang mendorong, mulai dari ekonomi global hingga pengelolaan uang. Mereka yang memahami mengapa emas naik akan mampu membuat keputusan investasi yang lebih baik. Tapi ingat: emas sangat volatil, pasar bisa berbalik atau koreksi kapan saja. Mengatur timing dan manajemen risiko adalah kunci dalam trading