Jika Anda pernah memperhatikan pola pergerakan harga, Anda mungkin menyadari bahwa retracement dan breakout harga sering terjadi pada level harga tertentu. Apakah itu kebetulan atau tidak, deret angka Fibonacci yang sudah ada sejak zaman kuno memiliki hubungan yang erat dengan perilaku pasar. Itulah sebabnya Fibonacci menjadi alat yang tak terpisahkan bagi banyak trader di seluruh dunia.
Apa itu Deret Fibonacci dan Dari Mana Asalnya
Deret Fibonacci adalah rangkaian angka yang memiliki hubungan khusus: 0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, 144, 233, 377, 610, 987… Setiap angka merupakan jumlah dari dua angka sebelumnya.
Meskipun dikenal dengan nama Fibonacci yang berasal dari matematikawan Italia di zaman pertengahan, sejarah penemuan ini kembali ke abad ke-5 hingga ke-2 SM dari komunitas Buddhis. Beberapa matematikawan India awal menemukan pola angka ini dan menggunakannya dalam masyarakat mereka.
Rasio Emas dalam Deret Fibonacci
Keajaiban dari Fibonacci adalah penemuan rasio tetap saat membagi angka dalam deret tersebut:
Angka sebelumnya ÷ angka berikutnya = ≈ 0.618 (seperti 34÷55)
Angka berikutnya ÷ angka sebelumnya = ≈ 1.618 (seperti 377÷233)
Angka sebelumnya ÷ angka dua posisi di depan = ≈ 0.382 (seperti 610÷1597)
Rasio ini dikenal sebagai “Golden Ratio” (Rasio Emas) yang muncul berulang kali di alam, mulai dari cangkang kerang, daun, hingga salah satu karya seni paling terkenal di dunia.
5 Alat Fibonacci yang Digunakan dalam Trading
1. Retracement Fibonacci - Menemukan titik masuk saat retracement
Alat ini membantu Anda menentukan level harga yang kemungkinan menjadi area support setelah harga melakukan koreksi. Tarik dari titik terendah ke titik tertinggi untuk mendapatkan garis horizontal di level: 0.0%, 23.6%, 38.2%, 50%, 61.8%, 100%.
Dalam tren naik, beli saat harga menguji support di 23.6%, 38.2%, atau 50%.
Dalam tren turun, jual saat harga rebound menyentuh resistance ini.
2. Ekstensi Fibonacci - Menetapkan target keuntungan saat harga naik
Ketika harga breakout dari titik tertinggi, gunakan Fibonacci Extension untuk mencari target harga potensial. Level umum: 113.6%, 127.2%, 141.4%, 161.8%, 200%, 261.8%.
3. Proyeksi Fibonacci - Menggabungkan kedua sistem
Alat ini menggabungkan fitur retracement dan extension, menunjukkan area koreksi dan target perpanjangan. Digunakan dengan menarik tiga titik: Swing High, Swing Low, dan titik koreksi.
4. Zona Waktu Fibonacci - Menemukan periode penting
Alih-alih melihat level harga, alat ini memandang dalam arah vertikal (waktu) untuk mengidentifikasi titik balik penting yang biasanya terjadi pada periode: 13, 21, 34, 55, 89, 144, 233 bar.
5. Fan Fibonacci - Garis dengan sudut tertentu
Alat ini menggambar garis dengan sudut berdasarkan rasio Fibonacci untuk membantu menemukan support dan resistance. Menggunakan Fibonacci Fan dengan sudut tertentu membantu melihat pergerakan harga dalam dimensi lain.
Cara Menggunakan Fibonacci untuk Trading
Situasi 1: Trading dalam tren naik saat harga melakukan koreksi
Tunggu harga menembus dan membuat titik tertinggi baru
Saat harga mulai koreksi turun, tarik Fibonacci Retracement dari titik terendah ke tertinggi
Masuk posisi beli saat harga menyentuh 38.2% atau 50.0%
Tempatkan stop loss di bawah 61.8% atau 78.6%
Situasi 2: Trading target saat harga breakout
Identifikasi titik breakout harga
Tarik Fibonacci Extension untuk menentukan target harga
Target pertama: 113.6% - 127.2%
Target kedua: 161.8%
Target akhir: 200% atau lebih tinggi
Situasi 3: Menggabungkan Fibonacci dengan alat teknikal lain
Fibonacci + EMA:
Gunakan EMA(50) untuk mengonfirmasi tren
Gunakan Fibonacci Retracement untuk titik masuk
Beli saat harga di atas EMA dan menyentuh Fibonacci Support
Jual saat harga di bawah EMA dan menyentuh Fibonacci Resistance
Fibonacci + RSI:
Gunakan Fibonacci Extension untuk target keuntungan
Gunakan RSI untuk mencari sinyal Divergence
Jual saat harga menyentuh target Fibonacci dan RSI menunjukkan Bearish Divergence
Beli saat harga menembus Fibonacci dan RSI menunjukkan Bullish Divergence
Fibonacci + Price Action:
Gunakan Fibonacci Retracement untuk menentukan support dan resistance
Tunggu candlestick membentuk pola pembalikan (Doji, Double Top, Head & Shoulders)
Masuk saat pola harga mengonfirmasi apa yang ditunjukkan Fibonacci
Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan:
Mudah digunakan, nilai dan interpretasinya jelas
Diakui banyak trader, meningkatkan efektivitas
Cocok untuk menentukan titik cut loss dan target profit
Bekerja baik dengan alat teknikal lain
Kekurangan:
Alat relatif, bergantung interpretasi trader
Menggunakan Fibonacci saja mungkin tidak cukup akurat
Hasilnya bisa berbeda tergantung kondisi pasar
Perlu dikombinasikan dengan alat konfirmasi lain untuk meningkatkan peluang menang
Kesimpulan
Fibonacci bukanlah alat ajaib yang menjamin keuntungan, tetapi merupakan alat yang efektif untuk mengidentifikasi area di mana harga mungkin berbalik arah. Saat digunakan bersama analisis teknikal lain dan manajemen risiko, Fibonacci dapat menjadi alat yang menawarkan peluang trading dalam jangka panjang.
Cobalah buka grafik dan pelajari deret Fibonacci pada aset nyata yang berbeda. Anda akan melihat seberapa baik alat ini bekerja ketika dipadukan dengan rencana trading yang penuh kesadaran dan disiplin.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Fibonacci dalam trading: Alat yang harus diketahui oleh setiap trader
Mengapa Fibonacci Penting dalam Trading
Jika Anda pernah memperhatikan pola pergerakan harga, Anda mungkin menyadari bahwa retracement dan breakout harga sering terjadi pada level harga tertentu. Apakah itu kebetulan atau tidak, deret angka Fibonacci yang sudah ada sejak zaman kuno memiliki hubungan yang erat dengan perilaku pasar. Itulah sebabnya Fibonacci menjadi alat yang tak terpisahkan bagi banyak trader di seluruh dunia.
Apa itu Deret Fibonacci dan Dari Mana Asalnya
Deret Fibonacci adalah rangkaian angka yang memiliki hubungan khusus: 0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, 144, 233, 377, 610, 987… Setiap angka merupakan jumlah dari dua angka sebelumnya.
Meskipun dikenal dengan nama Fibonacci yang berasal dari matematikawan Italia di zaman pertengahan, sejarah penemuan ini kembali ke abad ke-5 hingga ke-2 SM dari komunitas Buddhis. Beberapa matematikawan India awal menemukan pola angka ini dan menggunakannya dalam masyarakat mereka.
Rasio Emas dalam Deret Fibonacci
Keajaiban dari Fibonacci adalah penemuan rasio tetap saat membagi angka dalam deret tersebut:
Rasio ini dikenal sebagai “Golden Ratio” (Rasio Emas) yang muncul berulang kali di alam, mulai dari cangkang kerang, daun, hingga salah satu karya seni paling terkenal di dunia.
5 Alat Fibonacci yang Digunakan dalam Trading
1. Retracement Fibonacci - Menemukan titik masuk saat retracement
Alat ini membantu Anda menentukan level harga yang kemungkinan menjadi area support setelah harga melakukan koreksi. Tarik dari titik terendah ke titik tertinggi untuk mendapatkan garis horizontal di level: 0.0%, 23.6%, 38.2%, 50%, 61.8%, 100%.
Dalam tren naik, beli saat harga menguji support di 23.6%, 38.2%, atau 50%.
Dalam tren turun, jual saat harga rebound menyentuh resistance ini.
2. Ekstensi Fibonacci - Menetapkan target keuntungan saat harga naik
Ketika harga breakout dari titik tertinggi, gunakan Fibonacci Extension untuk mencari target harga potensial. Level umum: 113.6%, 127.2%, 141.4%, 161.8%, 200%, 261.8%.
3. Proyeksi Fibonacci - Menggabungkan kedua sistem
Alat ini menggabungkan fitur retracement dan extension, menunjukkan area koreksi dan target perpanjangan. Digunakan dengan menarik tiga titik: Swing High, Swing Low, dan titik koreksi.
4. Zona Waktu Fibonacci - Menemukan periode penting
Alih-alih melihat level harga, alat ini memandang dalam arah vertikal (waktu) untuk mengidentifikasi titik balik penting yang biasanya terjadi pada periode: 13, 21, 34, 55, 89, 144, 233 bar.
5. Fan Fibonacci - Garis dengan sudut tertentu
Alat ini menggambar garis dengan sudut berdasarkan rasio Fibonacci untuk membantu menemukan support dan resistance. Menggunakan Fibonacci Fan dengan sudut tertentu membantu melihat pergerakan harga dalam dimensi lain.
Cara Menggunakan Fibonacci untuk Trading
Situasi 1: Trading dalam tren naik saat harga melakukan koreksi
Situasi 2: Trading target saat harga breakout
Situasi 3: Menggabungkan Fibonacci dengan alat teknikal lain
Fibonacci + EMA:
Fibonacci + RSI:
Fibonacci + Price Action:
Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan:
Kekurangan:
Kesimpulan
Fibonacci bukanlah alat ajaib yang menjamin keuntungan, tetapi merupakan alat yang efektif untuk mengidentifikasi area di mana harga mungkin berbalik arah. Saat digunakan bersama analisis teknikal lain dan manajemen risiko, Fibonacci dapat menjadi alat yang menawarkan peluang trading dalam jangka panjang.
Cobalah buka grafik dan pelajari deret Fibonacci pada aset nyata yang berbeda. Anda akan melihat seberapa baik alat ini bekerja ketika dipadukan dengan rencana trading yang penuh kesadaran dan disiplin.