Ketika Anda memikirkan mata uang paling kuat di dunia, dolar AS selalu menjadi topik utama—ini adalah mata uang yang paling diperdagangkan secara global dan menjadi tolok ukur untuk membandingkan hampir semua mata uang lainnya. Tapi bagaimana dengan sisi sebaliknya? Mata uang mana yang paling tidak berharga di pasar saat ini?
Jawabannya mungkin akan mengejutkan Anda: beberapa mata uang negara hanya bernilai pecahan kecil dari satu sen. Anda mungkin membutuhkan puluhan ribu unit hanya untuk setara satu dolar. Mari kita telusuri 10 mata uang paling tidak berharga di planet ini dan pahami apa yang mendorong keruntuhan mereka.
Memahami Cara Kerja Nilai Mata Uang
Sebelum kita membahas mata uang mana yang paling tidak berharga, ada baiknya memahami bagaimana nilai tukar sebenarnya berfungsi. Pasar mata uang dunia beroperasi berdasarkan sistem pasangan—Anda menukar satu mata uang dengan mata uang lain, yang menentukan nilai relatifnya. Kebanyakan mata uang “mengambang,” artinya nilainya berubah berdasarkan penawaran dan permintaan. Yang lain “dipatok,” mempertahankan nilai tetap terhadap mata uang lain seperti dolar.
Ketika sebuah mata uang melemah terhadap dolar, perhitungannya menjadi sangat brutal. Dolar yang lebih kuat berarti wisatawan Amerika mendapatkan lebih banyak mata uang lokal untuk uang mereka, tetapi menjadi jauh lebih mahal bagi penduduk setempat untuk bepergian ke AS. Bagi investor, fluktuasi ini menciptakan peluang perdagangan di pasar valuta asing.
10 Mata Uang Paling Tidak Berharga
Berdasarkan kurs pada Mei 2023, berikut adalah peringkat global untuk mata uang mana yang paling tidak berharga, dimulai dari posisi terbawah:
1. Rial Iran – Mata Uang Paling Tidak Berharga di Dunia
Rial Iran memegang predikat yang tidak menguntungkan sebagai mata uang yang paling tidak berharga di antara semua mata uang global. Pada kurs Mei 2023, Anda membutuhkan 42.300 rial hanya untuk membeli satu dolar—berarti satu rial bernilai sekitar $0.000024.
Penyebabnya? Dekade sanksi ekonomi dari AS dan Eropa telah melumpuhkan ekonomi Iran. Ditambah lagi dengan tingkat inflasi tahunan yang melebihi 40% dan gejolak politik, ini adalah resep bencana mata uang. Bank Dunia memperingatkan bahwa risiko terhadap masa depan ekonomi Iran tetap besar.
2. Dong Vietnam – Kelemahan Terbesar di Asia
Menempati posisi kedua untuk mata uang paling tidak berharga secara global, dong Vietnam diperdagangkan sekitar 23.485 terhadap dolar. Keruntuhan properti Vietnam, pembatasan investasi asing, dan perlambatan ekspor semuanya berkontribusi terhadap penurunan dong.
Namun ada sisi positifnya: Bank Dunia mengakui bahwa Vietnam telah berhasil mengubah dirinya menjadi salah satu ekonomi berkembang paling dinamis di Asia, naik dari kemiskinan ke status pendapatan menengah ke bawah.
3-4. Kip Laos dan Leone Sierra Leone – Masalah Regional
Menuju wilayah dengan nilai terendah, kip Laos membutuhkan 17.692 unit per dolar, sementara leone Sierra Leone berada di 17.665 per dolar. Kedua negara berjuang dengan pertumbuhan yang lambat, beban utang asing, dan spiral inflasi—kondisi yang terus mendorong mata uang mereka semakin turun nilainya.
Sierra Leone menghadapi beban tambahan dari warisan Ebola, dampak perang saudara, dan korupsi yang meluas. Laos berjuang dengan pemerintahan yang tidak efektif dalam mengendalikan inflasi, utang, dan depresiasi mata uang.
5. Pound Lebanon – Jatuh Bebas Ekonomi
Pound Lebanon, yang paling tidak berharga di Timur Tengah, jatuh ke level terendah pada Maret 2023. Kurs mencapai 15.012 pound per dolar di tengah krisis perbankan, bencana pengangguran, dan inflasi yang melonjak 171% hanya dalam tahun 2022.
IMF menyatakan Lebanon berada di “persimpangan berbahaya” dan memperingatkan bahwa tanpa reformasi segera, negara ini menghadapi krisis ekonomi yang tak berujung.
6. Rupiah Indonesia – Ukuran Tidak Penting
Meskipun Indonesia adalah negara keempat terbanyak penduduknya di dunia, rupiah termasuk mata uang yang paling tidak berharga secara global di angka 14.985 per dolar. Bahkan ukuran dan sumber daya sebuah negara tidak bisa melindunginya dari kelemahan mata uang saat fundamental ekonomi runtuh. IMF memperingatkan pada 2023 bahwa perlambatan ekonomi global bisa memicu depresiasi rupiah lebih lanjut.
7. Som Uzbekistan – Tantangan Pasca-Soviet
Som Uzbekistan (11.420 per dolar) menunjukkan bahwa reformasi ekonomi pasca-Soviet pun memiliki batasnya. Negara ini berjuang dengan pertumbuhan yang melambat, inflasi tinggi, pengangguran, dan korupsi yang menjaga mata uang tetap di posisi terbawah peringkat global.
8. Franc Guinea – Kutukan Sumber Daya
Guinea memiliki kekayaan emas dan berlian yang besar, namun franc Guinea tetap menjadi salah satu mata uang paling tidak berharga di dunia dengan nilai 8.650 per dolar. Inflasi tinggi, ketidakstabilan politik militer, dan tekanan pengungsi dari negara tetangga telah menetralkan keunggulan sumber daya alam negara ini.
9. Guarani Paraguay – Paradoks Hidroelektrik
Paraguay memimpin Amerika Selatan dalam produksi hidroelektrik, tetapi itu belum menerjemahkan ke kekuatan mata uang. Guarani diperdagangkan di 7.241 per dolar, tertekan oleh inflasi dua digit, perdagangan narkoba, dan pencucian uang yang mengganggu stabilitas ekonomi.
10. Shilling Uganda – Kaya Sumber Daya, Mata Uang Lemah
Mengakhiri daftar mata uang paling tidak berharga adalah shilling Uganda di angka 3.741 per dolar. Meski menyimpan cadangan minyak, emas, dan kopi, pertumbuhan yang tidak stabil, utang besar, dan ketidakpastian politik membuat mata uang ini tetap lemah. Gelombang pengungsi dari Sudan baru-baru ini menambah tekanan.
Apa Artinya Ini Bagi Pedagang dan Investor
Memahami mata uang mana yang paling tidak berharga bukan sekadar akademik—ini sangat penting bagi pedagang forex dan investor internasional. Penilaian ini mencerminkan masalah ekonomi yang mendalam: hiperinflasi, sanksi, ketidakstabilan politik, dan kelemahan struktural. Sementara kurs menunjukkan satu cerita, fundamental yang mendasarinya mengungkapkan apakah mata uang tersebut mungkin akan stabil atau terus menurun.
Bagi siapa saja yang mempertimbangkan eksposur di pasar valuta asing, 10 mata uang ini mewakili ujung ekstrem dari spektrum di mana volatilitas berkuasa dan risiko tinggi.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Mata Uang Mana yang Paling Tidak Berharga? Berikut Peringkat 2023
Ketika Anda memikirkan mata uang paling kuat di dunia, dolar AS selalu menjadi topik utama—ini adalah mata uang yang paling diperdagangkan secara global dan menjadi tolok ukur untuk membandingkan hampir semua mata uang lainnya. Tapi bagaimana dengan sisi sebaliknya? Mata uang mana yang paling tidak berharga di pasar saat ini?
Jawabannya mungkin akan mengejutkan Anda: beberapa mata uang negara hanya bernilai pecahan kecil dari satu sen. Anda mungkin membutuhkan puluhan ribu unit hanya untuk setara satu dolar. Mari kita telusuri 10 mata uang paling tidak berharga di planet ini dan pahami apa yang mendorong keruntuhan mereka.
Memahami Cara Kerja Nilai Mata Uang
Sebelum kita membahas mata uang mana yang paling tidak berharga, ada baiknya memahami bagaimana nilai tukar sebenarnya berfungsi. Pasar mata uang dunia beroperasi berdasarkan sistem pasangan—Anda menukar satu mata uang dengan mata uang lain, yang menentukan nilai relatifnya. Kebanyakan mata uang “mengambang,” artinya nilainya berubah berdasarkan penawaran dan permintaan. Yang lain “dipatok,” mempertahankan nilai tetap terhadap mata uang lain seperti dolar.
Ketika sebuah mata uang melemah terhadap dolar, perhitungannya menjadi sangat brutal. Dolar yang lebih kuat berarti wisatawan Amerika mendapatkan lebih banyak mata uang lokal untuk uang mereka, tetapi menjadi jauh lebih mahal bagi penduduk setempat untuk bepergian ke AS. Bagi investor, fluktuasi ini menciptakan peluang perdagangan di pasar valuta asing.
10 Mata Uang Paling Tidak Berharga
Berdasarkan kurs pada Mei 2023, berikut adalah peringkat global untuk mata uang mana yang paling tidak berharga, dimulai dari posisi terbawah:
1. Rial Iran – Mata Uang Paling Tidak Berharga di Dunia
Rial Iran memegang predikat yang tidak menguntungkan sebagai mata uang yang paling tidak berharga di antara semua mata uang global. Pada kurs Mei 2023, Anda membutuhkan 42.300 rial hanya untuk membeli satu dolar—berarti satu rial bernilai sekitar $0.000024.
Penyebabnya? Dekade sanksi ekonomi dari AS dan Eropa telah melumpuhkan ekonomi Iran. Ditambah lagi dengan tingkat inflasi tahunan yang melebihi 40% dan gejolak politik, ini adalah resep bencana mata uang. Bank Dunia memperingatkan bahwa risiko terhadap masa depan ekonomi Iran tetap besar.
2. Dong Vietnam – Kelemahan Terbesar di Asia
Menempati posisi kedua untuk mata uang paling tidak berharga secara global, dong Vietnam diperdagangkan sekitar 23.485 terhadap dolar. Keruntuhan properti Vietnam, pembatasan investasi asing, dan perlambatan ekspor semuanya berkontribusi terhadap penurunan dong.
Namun ada sisi positifnya: Bank Dunia mengakui bahwa Vietnam telah berhasil mengubah dirinya menjadi salah satu ekonomi berkembang paling dinamis di Asia, naik dari kemiskinan ke status pendapatan menengah ke bawah.
3-4. Kip Laos dan Leone Sierra Leone – Masalah Regional
Menuju wilayah dengan nilai terendah, kip Laos membutuhkan 17.692 unit per dolar, sementara leone Sierra Leone berada di 17.665 per dolar. Kedua negara berjuang dengan pertumbuhan yang lambat, beban utang asing, dan spiral inflasi—kondisi yang terus mendorong mata uang mereka semakin turun nilainya.
Sierra Leone menghadapi beban tambahan dari warisan Ebola, dampak perang saudara, dan korupsi yang meluas. Laos berjuang dengan pemerintahan yang tidak efektif dalam mengendalikan inflasi, utang, dan depresiasi mata uang.
5. Pound Lebanon – Jatuh Bebas Ekonomi
Pound Lebanon, yang paling tidak berharga di Timur Tengah, jatuh ke level terendah pada Maret 2023. Kurs mencapai 15.012 pound per dolar di tengah krisis perbankan, bencana pengangguran, dan inflasi yang melonjak 171% hanya dalam tahun 2022.
IMF menyatakan Lebanon berada di “persimpangan berbahaya” dan memperingatkan bahwa tanpa reformasi segera, negara ini menghadapi krisis ekonomi yang tak berujung.
6. Rupiah Indonesia – Ukuran Tidak Penting
Meskipun Indonesia adalah negara keempat terbanyak penduduknya di dunia, rupiah termasuk mata uang yang paling tidak berharga secara global di angka 14.985 per dolar. Bahkan ukuran dan sumber daya sebuah negara tidak bisa melindunginya dari kelemahan mata uang saat fundamental ekonomi runtuh. IMF memperingatkan pada 2023 bahwa perlambatan ekonomi global bisa memicu depresiasi rupiah lebih lanjut.
7. Som Uzbekistan – Tantangan Pasca-Soviet
Som Uzbekistan (11.420 per dolar) menunjukkan bahwa reformasi ekonomi pasca-Soviet pun memiliki batasnya. Negara ini berjuang dengan pertumbuhan yang melambat, inflasi tinggi, pengangguran, dan korupsi yang menjaga mata uang tetap di posisi terbawah peringkat global.
8. Franc Guinea – Kutukan Sumber Daya
Guinea memiliki kekayaan emas dan berlian yang besar, namun franc Guinea tetap menjadi salah satu mata uang paling tidak berharga di dunia dengan nilai 8.650 per dolar. Inflasi tinggi, ketidakstabilan politik militer, dan tekanan pengungsi dari negara tetangga telah menetralkan keunggulan sumber daya alam negara ini.
9. Guarani Paraguay – Paradoks Hidroelektrik
Paraguay memimpin Amerika Selatan dalam produksi hidroelektrik, tetapi itu belum menerjemahkan ke kekuatan mata uang. Guarani diperdagangkan di 7.241 per dolar, tertekan oleh inflasi dua digit, perdagangan narkoba, dan pencucian uang yang mengganggu stabilitas ekonomi.
10. Shilling Uganda – Kaya Sumber Daya, Mata Uang Lemah
Mengakhiri daftar mata uang paling tidak berharga adalah shilling Uganda di angka 3.741 per dolar. Meski menyimpan cadangan minyak, emas, dan kopi, pertumbuhan yang tidak stabil, utang besar, dan ketidakpastian politik membuat mata uang ini tetap lemah. Gelombang pengungsi dari Sudan baru-baru ini menambah tekanan.
Apa Artinya Ini Bagi Pedagang dan Investor
Memahami mata uang mana yang paling tidak berharga bukan sekadar akademik—ini sangat penting bagi pedagang forex dan investor internasional. Penilaian ini mencerminkan masalah ekonomi yang mendalam: hiperinflasi, sanksi, ketidakstabilan politik, dan kelemahan struktural. Sementara kurs menunjukkan satu cerita, fundamental yang mendasarinya mengungkapkan apakah mata uang tersebut mungkin akan stabil atau terus menurun.
Bagi siapa saja yang mempertimbangkan eksposur di pasar valuta asing, 10 mata uang ini mewakili ujung ekstrem dari spektrum di mana volatilitas berkuasa dan risiko tinggi.