Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Liquid Restaking di 2025: panduan lengkap untuk pengalihan aset yang di-stake
Perbedaan antara staking dan re-staking likuid token
Ketika membahas Liquid Restaking, sering kali orang bingung dengan staking klasik. Pada kenyataannya, keduanya adalah pendekatan yang sangat berbeda dalam bekerja dengan aset kripto.
Staking tradisional memerlukan penguncian mata uang kripto secara langsung di jaringan. Investor kehilangan mobilitas dana mereka, tetapi mendapatkan hadiah atas partisipasi dalam konsensus Proof of Stake (PoS). Ini adalah mekanisme di mana ukuran posisi Anda menentukan peluang untuk dipilih sebagai validator dan membuat blok baru. Sebagai gantinya, peserta menerima imbalan yang mirip dengan bunga deposito.
Liquid Staking — adalah evolusi dari staking. Alih-alih sekadar mengunci aset, Anda mendapatkan Liquid Staking Tokens (LST) — token likuid khusus yang mewakili koin yang Anda stake. Token ini dapat diperdagangkan, dipindahkan, dan digunakan dalam protokol DeFi terdesentralisasi, sambil tetap mempertahankan hak atas staking rewards.
Liquid Restaking melangkah lebih jauh. Ini bukan sekadar mendapatkan token likuid, tetapi penggunaannya secara aktif untuk mendapatkan pendapatan tambahan melalui strategi DeFi lainnya. Pada akhirnya, Anda mendapatkan Liquid Restaking Token (LRT) — token yang mengakumulasi baik staking awal maupun pendapatan dari investasi lanjutan.
Bagaimana mekanisme Liquid Restaking bekerja
Makna LRT terungkap melalui sifat ganda: ini sekaligus mewakili posisi awal Anda di jaringan dan alat untuk menarik pendapatan tambahan.
Proses terdiri dari tiga tahap utama:
Langkah pertama — staking: Anda mengunci token PoS Anda di jaringan, memastikan keamanannya dan mendapatkan hak atas reward. Ini tidak memerlukan modal besar — misalnya, untuk Ethereum, derivatif dari liquid staking (LSDs) telah menurunkan ambang masuk dari 32 ETH ke ukuran yang nyaman bagi Anda.
Langkah kedua — penerbitan token likuid: Segera setelah staking, Anda menerima LST, yang beredar bebas di ekosistem DeFi. Token ini tetap likuid — mudah dijual, ditukar, atau digunakan sebagai collateral.
Langkah ketiga — re-staking: LST Anda dikirim ke protokol DeFi tambahan, di mana menghasilkan pendapatan tambahan. Posisi awal tetap aktif dan terus memberikan reward utama. Hasilnya — penerbitan LRT, yang mencerminkan nilai penuh dari investasi Anda.
Keuntungan dan risiko arsitektur Liquid Restaking
Keuntungan utama dari skema ini jelas:
Namun, muncul juga risiko baru:
Perbandingan tiga model staking
Evolusi staking terlihat jelas dalam tahapan pengembangan pendekatan:
Perbedaan utama diringkas dalam tiga faktor:
Mobilitas dana: Liquid Restaking memungkinkan aset tetap aktif bekerja, tanpa terikat dari posisi utama. Staking tradisional memerlukan penguncian penuh.
Penghasilan: Pada model pertama, Anda mendapatkan satu reward. Pada model kedua — multiple aliran pendapatan dari berbagai sumber.
Kompleksitas teknis: Liquid Restaking membutuhkan pemahaman mendalam tentang ekosistem DeFi dan pengawasan risiko yang cermat, sementara staking tradisional adalah sekadar “beku dan lupa”.
Masa depan staking jelas bergerak ke arah Liquid Restaking, di mana efisiensi modal dan aksesibilitas menjadi parameter utama bagi investor.