Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Ratusan kontrak diselesaikan dalam USDT atau BTC
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Ingin memilih saham untuk investasi? Pahami dengan baik bagaimana cara menghitung EPS sebagai langkah awal
Dalam dunia investasi saham, banyak investor yang terjebak oleh indikator-indikator yang tampaknya baik tetapi sebenarnya tidak mencerminkan kondisi keuangan perusahaan secara nyata. Salah satu indikator penting yang perlu Anda kuasai adalah EPS (Earnings Per Share) - indikator laba per saham.
Bagaimana cara menghitung EPS dan mengapa itu penting?
Rumus dasar:
EPS = (Laba bersih - Dividen preferen) / Jumlah saham beredar
Dengan kata lain, EPS memberi tahu Anda: untuk setiap saham yang Anda miliki, perusahaan menghasilkan berapa banyak laba. Ini adalah “inti” dari investasi karena mencerminkan langsung kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan.
Pendapatan setelah pajak = Total pendapatan - Total biaya - Pajak penghasilan
Untuk pemahaman yang lebih baik, mari kita lihat contoh konkret: Pada tahun 2020, perusahaan A memiliki laba bersih sebesar 1.000 USD dengan 1.000 saham beredar. EPS saat itu = 1.000 ÷ 1.000 = 1 USD.
Pada tahun 2021, pendapatan meningkat pesat, laba bersih mencapai 1.500 USD, tetapi jumlah saham tidak berubah. Maka EPS = 1.500 ÷ 1.000 = 1,5 USD. Angka ini meningkat 50%, menunjukkan bahwa perusahaan memiliki motivasi bisnis yang kuat.
Pendapatan dan EPS: Hubungan yang tak terpisahkan
Tidak selalu EPS tinggi berarti baik, yang penting adalah pendapatan nyata perusahaan apakah meningkat atau tidak.
Hukum emas: Pendapatan total meningkat → Laba bersih meningkat → EPS meningkat → Harga saham meningkat
Banyak perusahaan bisa “meningkatkan” EPS melalui penjualan aset (tanah, pabrik, rumah) daripada menghasilkan uang dari kegiatan utama. Oleh karena itu, Anda perlu melihat pendapatan keseluruhan perusahaan, bukan hanya EPS secara terpisah.
EPS dan dividen: Sinyal kesehatan keuangan
Ketika sebuah perusahaan stabil, mereka biasanya membayar dividen kepada pemegang saham. Tindakan ini memberi sinyal yang jelas: “Kami menghasilkan laba, memiliki arus kas yang baik.”
McDonald’s adalah contoh nyata - selama 43 tahun, baik pendapatan maupun dividen meningkat secara stabil, jumlah pemegang saham juga terus bertambah. Ini menunjukkan kepercayaan pasar terhadap perusahaan.
Indeks P/E - Alat penilaian nilai intrinsik
Indeks P/E = Harga saham ÷ EPS
P/E memberi tahu Anda: berapa banyak uang yang Anda bayar untuk membeli satu unit laba perusahaan.
Namun, setiap bidang usaha memiliki karakteristik sendiri, Anda perlu membandingkan P/E dalam industri yang sama untuk penilaian yang akurat.
Buyback saham: Strategi “meningkatkan EPS” perusahaan
Banyak perusahaan memilih membeli kembali saham yang beredar untuk mengurangi jumlah saham beredar. Ketika jumlah saham berkurang tetapi laba tidak berubah, EPS akan meningkat secara otomatis.
Contoh: Perusahaan AAA tahun 2018 memiliki laba 40 USD dan 40 saham, EPS = 1. Tahun 2019-2020, meskipun laba hanya 20 USD, perusahaan membeli kembali 20 saham, maka EPS = 20 ÷ 20 = 1 USD… tidak, hitung ulang: EPS = 40 ÷ 20 = 2 USD. Harga saham bisa meningkat dua kali lipat.
Dengan perusahaan yang memiliki strategi buyback saham, harga biasanya meningkat lebih cepat dibanding perusahaan yang tidak melakukan buyback.
3 hal penting saat menggunakan EPS untuk berinvestasi
Pertama: Jangan menilai EPS hanya dalam 1-2 tahun
EPS bisa “meningkat” karena penjualan aset, bukan karena bisnis yang membaik. Anda perlu memantau EPS selama minimal 3-5 tahun untuk melihat tren yang sebenarnya.
Kedua: EPS meningkat bukan berarti laba nyata meningkat
Netflix adalah contoh nyata - EPS meningkat bertahun-tahun, tetapi arus kas (cash flow) terus negatif, utang semakin bertambah. Artinya, perusahaan sedang “menghabiskan uang” untuk mempertahankan pertumbuhan secara artifisial.
Ketiga: Gabungkan banyak indikator baru untuk hasil yang lebih baik
Hanya melihat EPS tidak cukup. Anda perlu memeriksa:
Semakin banyak indikator positif, semakin tinggi kepercayaan dalam pengambilan keputusan investasi.
Kesimpulan
Bagaimana cara menghitung EPS? Sekarang Anda sudah tahu. Tetapi ingat, EPS hanyalah bagian dari gambaran besar. Investasi saham yang potensial bukanlah memilih angka tertinggi, melainkan memilih perusahaan dengan kesehatan keuangan yang benar-benar baik - EPS meningkat karena pendapatan meningkat, bukan karena trik-trik lain.